Minggu, Maret 7, 2021
Beranda KH Ma'ruf, Ulama "Penyejuk" Negara
Array

KH Ma’ruf, Ulama “Penyejuk” Negara

Jakarta, faktapers.id – Rais ‘Aam PBNU KH Ma’ruf Amin diputuskan sebagai cawapres bagi Joko Widodo dalam Pemilihan Presiden 2019 (Pilpres 2019) Kamis malam, (9/8/20180.

Jokowi mengutarakan alasan pemilihan Ma’ruf Amin dikarenakan latar belakang, pengalaman, hingga sikapnya yang mencerminkan keteladanan tinggi. Sosok yang utuh dan bijaksana.

“Setelah melalui perenungan yang mendalam dan dengan mempertimbangkan saran dari berbagai elemen masyarakat maka saya memutuskan dan telah mendapatkan persetujuan dari partai-partai koalisi, yaitu Koalisi Indonesia Kerja bahwa yang akan mendampingi saya sebagai cawapres 2019-2024 adalah Prof Dr KH Ma’ruf Amin,” ungkap Presiden Joko Widodo (Jokowi) setelah pertemuan koalisi partai pendukung Jokowi.

Tentunya bagi masyarakat yang mencintai bangsa dan negara dari kehancuran, dan menyadari adanya pihak yang ingin menciptakan disintergrasi yang terjadi terus menerus akan menjadi suatu bentuk ancaman yang sungguh serius bagi Indonesia. Hal ini akan berbahaya terhadap kelangsungan NKRI dalam mewujudkan tujuan Nasional. Mencintai Indonesia dengan kondisi beragam warna yang hidup dalam harmoni.

Pastinya keputusan Jokowi memilih KH Ma’ruf Amin sebagai Cawapres adalah keputusan yang sangat rasional dengan mempertimbangkan situasi dan kondisi konstelasi politik nasional saat ini. Hal itu sejalan dengan pemikiran Prof. Dr. Mahfud MD, meskipunpun dirinya gagal dicalonkan sebagai cawapres. Namun demi bangsa negara dirinya menyadari itu.

Banyak menilai seorang pemimpin besar seperti Jokowi atau KH Ma’ruf Amin memang terkadang harus mengambil “Keputusan Yang Tepat” bukan sekedar keputusan yang menyenangkan semua orang. Dan bagi yang menguasai teori kepemimpinan sejati, pasti akan memaklumi.

Jikalau KH Ma’ruf Amin tidak mengambil pilihan sikap seperti saat ini, Indonesia benar-benar akan diambang kerusuhan dan anarki yang berkepanjangan berbau SARA. Kaum radikal akan terus menerus membuat kerusuhan dan keonaran di negeri ini yang ujungnya akan ditunggangi oleh kelompok khilafah yang berniat mengganti sistem ketatanegaraan negara ini.

Bahkan ada yang menyebut “Bagi saya, mendukung Jokowi menggandeng KH Ma’ruf Amin, bukan sekedar mendukung orang baik, tapi mencegah orang jahat berkuasa..!!!.

“Kalah atau menang dalam kontestasi politik itu biasa bukan sesuatu yang menakurkan. Namun yang paling ditakuti Jokowi termasuk saya adalah penggunaan isu SARA. Dengan meminta kesediaan KH Ma’ruf Amin ulama besar, maka ini adalah langkah cerdas Jokowi meredam isu agama pemecah bangsa, dan sekaligus membangun soliditas NU dukung Jokowi”, ungkap politisi Hayono Isman, menulis dalam laman medsosnya.

Mengutip perkataan Ketua DPR RI Bambang Soesatyo yang menilai jika keputusan Joko Widodo (Jokowi) memilih KH. Maruf Amin sebagai cawapres di Pilpres 2019 sebagai langkah tepat dan bijaksana.

“Saya menilai keputusan Jokowi memilih Prof. Dr. KH. Ma’ruf Amin sebagai calon wakil presiden yang akan mendampinginya di Pilpres 2019 merupakan pilihan yang tepat dan bijaksana. Sosok dan kharisma KH. Ma’ruf Amin sebagai guru bangsa, ulama maupun negarawan tak perlu diragukan lagi. Perpaduan ang tepat antara nasionalis dan religius,” ujar Bamsoet pada Kamis (9/8/2018) kepada wartawan.

Menurutnya kehadiran KH. Ma’ruf Amin dalam kontestasi kepemimpinan nasional sesuai dengan keinginan rakyat yang menginginkan bangsa dan negara kita dipimpin bukan hanya oleh orang yang memiliki integritas dan pengetahuan, melainkan juga bisa membawa kesejukan dan perdamaian.

“Partai politik koalisi pendukung Jokowi-KH. Ma’ruf Amin telah memperlihatkan politik yang elegan, bukan politik kacangan. Rakyat mereka tempatkan sebagai subjek, bukan hanya sebagai objek. Insya Allah sikap seperti ini akan semakin mendewasakan kehidupan perpolitikan kita,” jelas Bamsoet.

Bamsoet juga menaruh harapan kepada pasangan Jokowi-KH. Ma’ruf Amin untuk menjadi pencerahan dan menuntun negara ke arah yang lebih baik.

Sebelumnya KH. Ma’ruf Amin menegaskan jika demi menyelamatkan dan membangun negara, dirinya siap. “Kita itu kalau negara mengajak memanggil kita, kita harus siap karena memang negara membutuhkan, negara ini kita harus ikut membangun negara, menyelamatkan negara,” tandas Ma’ruf saat menghadiri‎ Annnual Conference on Fatwa Studies MUI di Hotel Bumi Wiyata, Jalan Margonda Raya, Kota Depok.

Banyak yang menilai di NU Kyai Ma’ruf dikenal sebagai ulama garis lurus. Prinsipnya: ‘tidak’ atau ‘ya’. Mungkin sebagian kita tahu bahwa Ma’ruf Amin ( MA ) adalah ketua MUI yang kemana pergi pakai sarung dan terkesan sederhana, hanya paham agama saja. Tetapi perlu diketahui beliau pernah jadi komisaris Bank Muammalat, Bank BNI Syariah, dan Bank Mega Syariah.

Untuk jadi pengawas bank harus lolos seleksi BI dan dewan ekonomi Syariah. Kalau ilmu tanggung pasti engga la ngga lolos. Beliau juga termasuk salah satu ahli ekonomi syariah. Makanya dia bisa berdebat dan mengendorse kebijakan ekonomi yang dilaksanakan Jokowi bukan aliran neoliberal tetapi sudah sama dengan syariah Islam.

Karir beliau di politik juga hebat. Beliau pernah jadi Ketua Fraksi Golongan Islam DPRD DKI Jakarta, anggota MPR-RI dari PKB, ketua komisi VI DPR-RI. Beliau pernah menjadi anggota Dewan Pertimbangan Presiden sejak 2007 hingga 2010. Di PBNU beliau sebagai Rais ‘Aam. Beliau juga duduk sebagai anggota Badan Pembinaan Ideologi Pancasila
KH. Ma’ruf Amin jika dilihat dari garis keturunan keluarganya, memang beliau termasuk salah satu keturunan, atau tepatnya adalah cicit dari ulama besar Syaikh Nawawi Banten. Syaikh Nawawi Banten ini adalah ulama asli Indonesia yang begitu disegani kelimuannya di dunia internasional, terutama di Mekkah.

Jadi pilihan Jokowi terhadap KH. Ma’ruf Amin (MA) sebagai cawapres adalah tepat. Karana MA disamping seorang ulama tulen, juga intelektual Islam dan sekaligus politisi Islam.

Jokowi- Ma’ruf amin adalah perpaduan nasionalis dan Islam. Jadilah nasionalis religius. Kalau ada yang bilang Jokowi tidak didukung ulama makla jelas mereka bukan ulama. Bila ulama mendukung, maka jelas Allah meridhoi nya untuk “Mengamankan” Negara. Fp01

Most Popular

Recent Comments