Kamis, Maret 4, 2021
Beranda KPK Dinilai Perlu Tindak Lanjuti Dugaan Mahar Politik
Array

KPK Dinilai Perlu Tindak Lanjuti Dugaan Mahar Politik

Jakarta, faktapers.id – Menyeruaknya kabar yang dilontarkan Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, , yang Andi Arief menyebut tiga partai, Gerindra, PKS dan PAN sudah diberi uang Rp 500 miliar dari Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno‎. Diduga ini dilakukan agar Sandi  bisa menjadi cawapres Prabowo Subianto. Hal ini seiring tiba-tiba Sandi langsung diterima dan dideklarasikan mendampingi Prabowo dalam Pilpres 2019 mendatang.

Mencurigai hal ini, Ketua DPP Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura), Benny Rhamdani angkat bicara, mengingatkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) perlu melakukan penyelidikan terkait informasi yang disampaikan oleh Andi Arief terkait Sandiaga Uno yang diduga membayar Rp 500 miliar ke PKS, PAN dan Gerindra.

“Perlunya KPK melakukan penyelidikan atas informasi tersebut, karena Sandiaga Uno adalah sebagai penyelenggara negara yang disebut-sebut telah mengeluarkan dana sebesar Rp 1 triliun. Apakah dana Rp 1 triliun dimaksud diambil dari dana milik pribadi yang sudah dilaporkan dalam LHKPN ke KPK saat dilantik sebagai wagub. Atau dana Rp 1 trilun itu diperoleh dari sumber lain,” kata Benny dalam keterangannya tertulisnya, Sabtu (11/8) lalu.

Menurutnya tindakan Sandiaga Uno, sekiranya benar, maka KPK perlu mengusut berdasarkan dugaan tipikor melanggar pasal 12 UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Tindak Pidana Korupsi, dengan ancaman pidana maksimum 20 tahun.

“Jika dana Rp 1 triliun itu bersumber dari pihak ke tiga, maka Sandiaga Uno patut diduga sudah menerima gratifikasi. Karena terkait dengan jabatan wakil gubernur yang mau jadi cawapres. Mala selain KPK menyelidiki dari aspek tindak pidana korupsi. Bawaslu pun juga harus menyelidiki praktek politik uang yang diduga dilakukan oleh Sandiaga Uno. Pasanya ini terkait dana politik dalam proses pencalonan pilpres 2019 yang dilarang oleh UU,” beber Benny.

Sebelumnya, Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, Andi Arief mengatakan pihaknya kaget karena Prabowo melakukan hal yang di luar dugaan. Kata dia, Wakil Gubernur DKI Jakarta dan juga Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Sandiaga Uno ‘ngotot’ menjadi cawapres Prabowo Subianto dengan membayarkan mahar.

Menurut Andi, Prabowo dengan ketua umumnya Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) melakukan pertemuan pada Selasa (7/8) malam dengan membuat kesepakatan-kesepakatan. Akan tetapi semuanya dalam hitungan jam berubah semunya, “disalip” Sandi. fp01

Most Popular

Recent Comments