Jumat, Maret 5, 2021
Beranda Miris, Lulusan SMK di Kota Tangerang Jadi Pengangguran
Array

Miris, Lulusan SMK di Kota Tangerang Jadi Pengangguran

Kota Tangerang, faktapers.id – Kota Tangerang sebagai salah satu wilayah penyanggah Ibukota Negara, DKI Jakarta, ternyata belum mampu mengakomodir warganya untuk bekerja. Berdasarkan data Dinas Nakertrans Kota Tangerang, sebanyak 74.981 warga Kota Tangerang lulusan SMK saat ini berstatus pengangguran.

Banyaknya angka pengangguran lulusan SMK tersebut menandakan bahwa Kota Tangerang belum siap mencetak Sumber Daya Manusia (SDM) yang siap kerja. Ironisnya, lulusan SMK yang dididik siap kerja tersebut, ternyata belum terakomodir dengan baik.

Hal itupun mendapat tanggapan dari Gubernur Banten, Wahidin Halim, belum lama ini. Wahidin yang juga mantan Walikota Tangerang itu mengatakan, banyaknya angka pengangguran di “Kota Seribu Industri dan Sejuta Jasa” tersebut karena minimnya perhatian investor.

Wahidin pun menyarankan kepada Walikota Tangerang Arief R Wismansyah untuk lebih banyak mengantongi program yang bisa menarik perhatian investor, agar pemodal berinvestasi di Kota Tangerang.

“Ya, harusnya Walikota membuat program-program unggulan yang bisa menarik investasi, sehingga membuka lapangan kerja. Karena ini kan kaitan dengan investasi,” ucap Wahidin.

Wahidin menyebut saat ini para investor yang telah menanamkan modalnya di Kota Tangerang berniat untuk pindah ke daerah lain. Selain itu, angka pengangguran juga disebabkan banyaknya kaum urban yang datang tidak mempunyai skill yang dibutuhkan perusahaan.

“Memang ada persoalan di kota ini, pendatang yang tidak terkontrol. Skill yang mereka datang ke sini tidak memadai. Terus juga banyak industri yang mulai berpindah lokasi,” ujar Wahidin lagi.

Terkait banyaknya pengangguran yang didominasi lulusan SMK, Wahidin bertutur bahwa para calon siswa sekolah lanjutan tingkat atas harus memilih jurusan yang sesuai dengan minat dan kebutuhan.

Selain itu, Wahidin juga akan menyediakan sekolah-sekolah kejuruan yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan karena dalam hal ini SMA/SMK merupakan kewenangan Pemprov Banten.

“Instruktur guru harus kompeten dan alat praktek harus diadakan. Atau jurusan-jurusan multimedia sekarang sudah jenuh kita ganti dengan jurusan kimia,” paparnya. fp01

Most Popular

Recent Comments