Kamis, Mei 6, 2021
BerandaPasar Otomotif Nasional Jangan Sampai Dikuasai Mobil Impor
Array

Pasar Otomotif Nasional Jangan Sampai Dikuasai Mobil Impor

BANTEN, faktapers.id – Presiden Joko Widodo (Jokowi) berpesan kepada seluruh industri otomotif, jangan sampai pasar Indonesia yang besar dikuasai oleh mobil-mobil impor, namun harus dikuasai oleh mobil-mobil produksi dalam negeri sendiri.

“Saya juga menekankan agar orientasi ekspor itu terus ditingkatkan. Pasar dalam negeri kita kuasai, pasar ekspornya harus ditingkatkan. Ini yang kedua. Jadi industri-industri yang berorientasi ekspor nanti akan kita siapkan insentif-insentif agar bisa terdorong terus meningkat,” kata Jokowi usai mengikuti acara Gaikindo Indonesia Internasional Auto Show (GIIAS) ke-26 di ICE BSD, Tangerang, Banten, Kamis (2/8/2018).

Dia juga menyampaikan bahwa negara, pemerintah, dan industri juga harus miliki visi ke depan yang sama yakni penggunaan mobil-mobil yang ramah lingkungan ini harus terus kita kembangkan.

Menurut Jokowi, salah satu yang harus diwaspadai adalah risiko jangka pendek pada siklus otomotif dan mungkin sudah mulai memuncak terutama di pasar-pasar besar seperti Amerika dan Tiongkok.

“Ini juga harus dilihat. Tentunya kita semuanya sangat paham bahwa industri otomotif itu ada siklusnya, dan siklusnya sangat peka terhadap siklus ekonomi yang ada,” ujarnya.

Dia mengungkapkan bahwa banyak peneliti mulai bilang jumlah penjualan mobil di Amerika mungkin sudah setinggi-tingginya, sudah mentok, dan sulit untuk naik lagi. Ia menambahkan bahwa beberapa tahun ke depan justru kemungkinan besar akan mulai menurun.

“Jadi kita harus siap menghadapi kondisi-kondisi ini, kalau siklus otomotif dunia mengalami penurunan dalam tahun-tahun mendatang. Tetapi kita juga masih optimis bahwa pasar kita adalah juga pasar besar,” ujar Jokowi.

Sementara mengenai Alat Mekanis Multiguna Pedesaan (AMMDes), Jokowi menyampaikan bahwa kendaraan tersebut sangat multiguna, selain untuk meningkatkan produktivitas yang ada di desa-desa, juga bisa menyelesaikan banyak masalah yang ada di daerah.

“Baik yang berupa air, mobilitasnya bisa lebih tinggi, yang kedua dryer, yang ketiga untuk penggilingan (rice mill unit) dalam bentuk yang kecil, sehingga mobilitas di desa, mobilitas di sawah-sawah ini bisa lebih baik lagi,” katanya. (jar)

 

 

 

- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments