oleh

Penegak Hukum Diimbau Serius Tangani Narkoba

JAKARTA, faktapers.id – Dalam diskusi coffee morn­ing pada Rabu (1/8/2018) silam, Kepala Bareskrim Polri  Ari Dono Sukmanto mengaku sudah banyak meme­cat anggotanya yang terlibat dalam kasus penyalahgunaan narkotika. Namun, ia merasa bahwa hal terse­but tidak dapat menjadi solusi kare­na jika terus dibiarkan demikian akan menghilangkan banyak SDM.

Untuk itu ia kembali menggaungkan kepada seluruh aparat penegak hu­kum, khususnya penyidik kepolisian untuk berorientasi kepada rehabilita­si bagi para penyalahguna narkoba.

“Berdasarkan data yang ada saat ini kebutuhan narkotika di Indonesia sangat banyak, tetapi penjara juga tidak menjadi tempat yang membuat para penyalahguna jera, karena ternyata di dalam lapas masih ditemukan banyak narkoba,” kata Kabareskrim.

“Kita tidak bisa saling meny­alahkan, tetapi harus mencari solu­si bersama antara para stakeholder penegak hukum,” tambahnya, ser­aya berharap ke depan aparat pen­egak hukum dapat duduk bersama dan mengesampingkan ego sektoral, sehingga dapat membuahkan hasil yang maksimal.

Menanggapi hal tersebut Dir­jen PAS, Sri Puguh Budi Utami menyampaikan bahwa pihaknya memang menjadi sorotan terkait dengan peredaran narkoba yang ada di Lapas. Namun, Sri mengaku bah­wa hal itu tidak terlepas dari keter­batasan yang dimiliki oleh Lapas.

“Kami hanya memiliki 22 Lapas narkotika di Indonesia, se­mentara kasus narkotika merupakan kasus terbanyak dari para Napi di seluruh Indonesia,” kata Sri, beberapa saat lalu.

Bahkan dia mengaku kesulitan dalam pemisahan katagori tahanan. “Kami pun sampai dengan saat ini masih kesulitan dalam pemisahan tahanan, pemisahan tahanan yang merupakan penyalah guna, bandar, dan lainnya masih mengalami keter­batasan,” sebutnya. ●fp01

Komentar

News Feed