Selasa, Maret 2, 2021
Beranda Penghuni Kalibata City Keberatan Disebut Sarang Maksiat
Array

Penghuni Kalibata City Keberatan Disebut Sarang Maksiat

Jakarta, faktapers.id – Sudah lima kali kepolisian mengungkap praktek prostitusi di Apartemen Kalibata City, namun tetap marak prostitusi terselubung, sehingga lingkungan tersebut mendapat stigma sebagai “sarang maksiat” dari masyarakat. Akan tetapi penghuni Apartemen Kalibata City keberatan huniannya disebut sarang maksiat. Untuk itu mereka akan mendata ulang kembali 13.700 kamar apartemen dan rusunami tersebut.

“Dari 13.700 unit, boleh dibayangkan yang ketangkap itu 5-6 unit. Tapi dibilang di sini sarang prostitusi,” kata Ketua Dewan Pembina Perhimpunan Pemilik dan Penghuni Satuan Rumah Susun (P3SRS), Musdalifah, pada awal pekan ini.

Menurutnya, pemberitaan negatif tersebut sampai diketahui sanak saudara yang tinggal di luar apartemen. Terkadang, tamu pun sungkan untuk mengunjungi anggota keluarganya lantara imej tersebut.

“Kita di sini kayak di Gang Doli, gitu lo. Di bawah itu orang jilbaban, sampai sedih mereka. Kok kayak begini padahal Kalibata City tidak seperti itu,” sebutnya Musdalifah.

Ia menegaskan mayoritas penghuninya adalah orang-orang muslim. Mereka sangat kecewa lingkungan huniannya kerap muncul di segala pemberitaan yang tidak menyenangkan.

Musdalifah menjelaskan populasi penghuni di Kalibata City jumlahnya 40 persen penduduk asli yang menetap dan 60 persen sisanya penyewa. Sehingga pengelola tidak bisa setiap hari mengawasi seluruh unit. Solusinya, P3SRS dan pengelola mengajak pemilik unit menjaga propertinya. Pemilik yang ingin menyewakan kamar wajib memberikan data penyewa secara lengkap.

Oleh sebab itu, Musdalifah bersama pengelola akan mendata ulang penghuni satu persatu.
“Kasihan mereka yang betul-betul penghuni di sini. Kami data agar tidak terjadi lagi. Kami melakukan gerakan tertib hunian, sengaja kita laksanakan ini. Kalau didapatkan di dalam lebih dari 4 wanita dengan 1 pria, itu sudah ciri, itu langsung diamankan,” tegasnya.

Sementara itu, General Manager Kalibata City, Ishak Lopung, membantah kecolongan. Ia mengklaim sudah berkoordinasi dengan kepolisian membasmi praktik prostitusi di Kalibata City. Dan sudah memberi data semua agen.

“Jadi ada agen baik, ada nakal. Jika terbukti ada kasus menimpa di Kalibata City, kami bakal blok kartu aksesnya dan menyegel kamar unit tersebut,” tegas Ishak. fp03

Most Popular

Recent Comments