oleh

Pengukuhan Pengurus Asprindo 2018-2023

JAKARTA, faktapers.id – Asosiasi Produser Rekaman Indonesia (Asprindo) baru-baru ini mengadakan rapat anggota 2018 sekaligus  dalam rangka pengukuhan pengurus Asprindo masa bakti 2018-2023, Jumat (3/8/2018), di Oasis Amir Hotel, Senen Jakarta Pusat.

Asprindo sebagai wadah harapan masa depan produser, dalam rapat tersebut  membahas tentang royalty. Adapun kesimpulan pembahasan dalam rapat anggota tahun 2018 adalah bahwa sebagai produser menyiapkan materi konten yang mampu bersaing di industri rekaman. Karena Konten menjadi penentu  besarnya royalty yang diterima. Asprindo sebagai mitra LMKN dalam memperjuangkan royalty

Informasi yang beredar banyak produser tidak puas, karena mengapa tidak dihitung dari karaoke seluruh indonesia. Dan Target dan tujuan SELMI menjalankan system pembayaran royalty dari karaoke “pay For Use”.

Cara royalti saat ini yaitu penghitungann royalty dari karaoke menggunakan logsheet dari 3 karaoke, yaitu: Happy Puppy, Inul Vista dan masterpiece (sesuai kesepakatan semua LMK Hak Terkait).  Dan  Penghitugan royalty dari Non Karaoke (Hotel, Mall dan TV) saat ini dihitung dari market size:

Pendapatan Digital (RBT dan Youtube) selama tahun berjalan dan Penjualan Fisik.

Sebelum dihitung pendapatan kita lihat dari logsheet apakah lagu kita ada atau tidak, lagu kita tidak ada label lain juga tidak. Karena dengan kemampuan kita sementara ini hanya ini yang bisa kita lakukan.

Adapun pengurus Asprindo 2018-2023 yang dikukuhkan, yakni Ketua Pengawas: Drs Togar Sianipar, Anggota Pengawas: Djanuar Ishak, Ramses Hasibuan, Maulina Silaen dan Derma Sudarman.

Sedangkan untuk kepengurusan sebagai Ketua, Ramsuddin Manulang, Bambang Santoso (wakil Ketua), Dicky Sundri (sekretaris), Edy Haryatno (wakil sekretaris) dan Himawan Tjandra  sebagai Bendahara.●igo

Komentar

News Feed