Selasa, Juni 15, 2021
BerandaPilpres 2019, NU Rentan Terbelah
Array

Pilpres 2019, NU Rentan Terbelah

Jakarta, faktapers.id – Keberadaan Ma’ruf Amin, Rais Aam PBNU di sisi Jokowi dinilai tetap bisa mempertahankan suara kaum nahdliyin, meskipun suara Nahdlatul Ulama (NU) diprediksi bakal terbelah pada Pemilu 2019 akibat politik dua kaki dan pengaruh lobi.

“Saya menduga NU kemungkinan akan terjadi pembelahan suara. Ada sebagian ke Jokowi dan sebagian ke Prabowo. Ditambah lagi Sandiaga Uno effect sudah mulai mempengaruhi dukungan NU dan Golkar,” papar Direktur Eksekutif Vox Pol Center, Pangi Syarwi Chaniago, Minggu (18/8).

Menurutnya, sejak lama Ketua Umum Pengurus Besar NU Said Aqil Siradj memiliki komunikasi yang baik dengan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto. Akan tetapi pada kenyataannya ada Rais Aam PBNU sebagai cawapres Jokowi.

“NU nampaknya akan memainkan politik dua kaki dan serba sulit bagi NU untuk menolak silaturahim dari Prabowo-Sandi,” ungkap Pangi.

Selain politik dua kaki, Pangi menduga keberadaan dua jenis NU menyulitkan mobilisasi massa secara masif, yakni NU sturktural dan NU kultural.

Salah satu buktinya, Pangi mencontohkan saat Pilpres 2004. Saat itu, KH Hasyim Muzadi, bekas Ketua Umum PBNU yang menjadi cawapres Megawati Soekarnoputri, tetap kalah dari pasangan SBY-Jusuf Kalla.

Terpisah, pengamat politik dari Universitas Islam Negeri (UIN) Jakarta Adi Prayitno tidak sependapat adanya perpecahan NU. Ia meragukan suara NU akan terbelah. Dan meyakini sejauh ini NU masih satu suara kepada Jokowi-Ma’ruf.

“NU sejauh ini kemungkinan besar masih ke Ma’ruf. Sementara yang sedikit kecewa efek curhat Mahfud (MD belum tentu ke Prabowo, mungkin saja abstain,” sebut Adi.

Karena menurutnya masih banyak di NU di akar rumput yang tak ingin NU terlampau jauh masuk ranah politik.

“Karena sudah sejak lama NU kembali ke khittah yang meninggalkan dunia politik”, ungkapnya.

Sementara itu sebelumnya, Said Aqil mengaku organisasinya tidak berpolitik.

“NU itu tidak berpolitik, tapi punya bobot politis, bobotnya berat sekali. Bukan partai politik, tapi punya bobot politis,” katanya beberapa waktu lalu. fp03

- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments