Sabtu, Februari 27, 2021
Beranda Pungli Parkir Liar Mall Season City: Backup Preman Demi Upeti
Array

Pungli Parkir Liar Mall Season City: Backup Preman Demi Upeti

JAKARTA, faktapers.id – Kawasan parkir yang berada di luar kawasan Mall Season City, Jalan Jembatan Besi Raya, Kecamatan Tambora, Jakarta Barat, dipastikan sebagai arena parkir liar. Kawasan itu tidak tercatat pada Daftar Umum Tempat Parkir Tepi Jalan Umum pada Peraturan Gubernur DKI Jakarta Nomor 188 tahun 2016. Hal inipun mendapat perhatian dari Walikota Jakbar, Rustam Effendi.

Parkir liar yang berlangsung sejak 2014 itu dikelola oleh preman setempat, dan omzetnya per tahun mencapai lebih dari setengah miliar rupiah. Parahnya lagi, preman setempat justru menggunakan lahan aset Pemko Jakbar sebagai kawasan parkir liar.

Menyikapi itu, Walikota Jakarta Barat, Rustam Effendi, Minggu (5/8), menegaskan kepada UPT Parkir harus mengarahkan agar parkir di tempat yang ditentukan.

“UPT Parkir harus mengarahkan agar parkir di tempat yg ditentukan,” ungkap Rustam Effendi kepada Harian Fakta Pers.

Lurah dan Camat

Lurah Jembatan Besi, Agus Mulyadi, Jumat (3/8), mengakui keberadaan parkir liar tersebut, dan pihaknya sudah melayangkan surat ke Dishub DKI Jakarta, perihal penutupan jalan yang akhirnya menjadi lahan parkir liar.

Terkait suratnya itu, Agus menambahkan, bahwa pihaknya belum mendapat info lebih lanjut, dan mengarahkan Harian Fakta Pers untuk konfirmasi ke Dishub DKI Jakarta.

Iya pak… terkait parkir dilahan eks PU jalan dan air kami sudah bersurat ke kecamatan dan pihak kecamatan juga sudah melayangkan surat ke dishub dki jakarta perihal penutupan jalan yg akhirnya jadi lahan parkir tsb… sampai saat ini kami blom dpt info lebih lanjut… mungkin utk jelasnya abang coba hubungi pihak dishub terkait itu,” ujar Agus Mulyadi dalam pesan elektroniknya kepada Fakta Pers.

Sedangkan terkait pedagang kaki lima (PKL), Agus menjelaskan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan UMKM untuk diusulkan menjadi pedagang lokasi binaan (loksem), dan saat ini proses pendataannya masih berlangsung.

Utk pedagang k5, kami sudah berkoordinasi dgn UMKM utk diusulkan mereka menjadi pedagang lokasi binaan (loksem) dan sedang berjalan prosesnya terkait pendataannya… mudah2an bisa disetujui utk menjadi pedagang binaan UMKM,” ujar Agus Mulyadi lagi.

Hal senada juga diungkapkan Camat Tambora, Djaharudin, kepada Harian Fakta Pers melalui pesan elektronik, Kamis (2/8) malam. Lurah dan Camat sepakat menyalahkan Dishub DKI yang tidak menindaklanjuti suratnya.

Utk lokasi session city, kami sebelumnya sdh bersurat ke pihak sudin hub JB agar arah keluar ke latumenten dr jembes raya, penutup barier agar dibuka mengingat banyak pihak yg mengeluhkan ditutupnya jl tersebut krn dipake parkir liar….namun sampe saat ini belum ada tanggapan resmi dr pihak sudin hub jb,” ujar Camat.

Sedangkan untuk lahan pemda yang ditempati sebagai lahan parkir liar, Camat menjelaskan bahwa lahan itu dikuasai warga karena Pemda (Pemko Jakbar) belum melakukan pembebasan lokasi tersebut. Hal ini, ungkap Camat, adalah informasi dari Ketua RW, Gofur.

Utk areal aset pemda yg merupakan aset bina marga dan badan aset JB…masih dikuasai pihak warga, krn mereka mengklaim pemda belum melakukan pembebasan lokasi tsb versi ketua rw gofur..kondisi ini sdh berlangsung lama sebelum sy masuk ke kec tambora,” ungkapnya.

Camat berharap agar instansi yang mengaku pemilik aset melakukan pemagaran keliling dan pihaknya berjanji akan melakukan pengosongan terhadap areal itu. Sedangkan mengenai PKL, Camat menjelaskan bahwa pihaknya belum bisa melegalkan PKL itu karena berada di tanah aset Bina Marga.

Harapan kami agar pihak yg memiliki aset utk dipagar keliling dan kami pihak kec siap melakukan pengosongan terhadap areal tsb apabila pihak prmilik aset membutukan bantuan kecamatan. Utk PKL pada lahan aset belum bisa kami legalkan krn berada di tanah aset Bina Marga yg notabene pemilik aset belum merasa keberatan..terkecuali pihak pemilik aset memerlykan bantuan utk pengosongan dan pemagaran lokasi,” ujarnya.

Membantah

Menyikapi itu, Kasubag TU Sudis Bina Marga, Savitri, mengatakan kepada Harian Fakta Pers, bahwa tudingan Camat dan Lurah adalah salah alamat. Dikatakan Savitri, bahwa di lokasi itu tidak ada lahan aset milik Sudis Bina Marga.

Hal senada juga dikatakan Kasudin Sumber Daya Air Jakbar, Imron, yang menjelaskan bahwa tidak di lokasi itu bukan lagi asetnya, namun sudah diserahkan ke Badan Pengelolaan Aset Daerah (BPAD) Kota Adm Jakbar.

Begitu juga terkait PKL yang kerap diperas preman setempat, juga mendapat tanggapan dari Sudin UMKM Jakbar melalui Kasie Koperasi Usaha Mikro, Kecil, Menengah, dan Perdagangan (KUMKMP) Jakarta Barat, Djarot Syarifudin, Kamis (2/8). Dikatakan Djarot, pihaknya pihaknya belum menerima surat pengajuan PKL di kawasan itu untuk dijadikan pedagang lokasi binaan (loksem).

“Harus Camat dan Lurah yang mengakomodir PKL tersebut, lalu diajukan ke Sudin UMKM Jakbar untuk dijadikan binaan,” ujar Djarot.

Raup Lebih Rp 500 juta

Berdasarkan pemberitaan Harian Fakta Pers Edisi 12, terungkap pungutan liar (pungli) dari parkir liar dan PKL di sekitar kawasan Mall Season City, Jalan Jembatan Besi Raya, Kecamatan Tambora, Jakbar, mampu meraup lebih dari Rp 500 juta setiap tahun.

Dari parkir liar, setiap pengunjung dan pekerja mall dikenakan tarif pungli sebesar Rp 4.000 per motor. Setiap harinya, pengunjung dan pekerja mall yang parkir di areal kekuasaan oknum RW dan kaki tangannya itu minimal 300 unit motor.

Dalam satu hari saja, bila dirata-rata 300 unit motor, maka pungli yang dikutip mencapai angka Rp 1,2 juta. Dan bila dikalkulasikan dalam periode satu bulan, maka angkanya meningkat menjadi Rp 36 juta. Dan bila dikalkulasikan lagi dalam periode satu tahun, maka angkanya mencapai Rp 432 juta.

Uang pungli dari parkir liar ditambah uang pungli dari PKL, dalam periode satu tahun, maka oknum RW di Jembatan Besi dan kaki tangannya akan meraup lebih dari setengah miliar rupiah.

UPT dan Dishub Diam

Ironisnya, Kepala UPT Parkir DKI Jakarta, Tiodor; dan Kepala UPT Parkir Jakbar, Bona Tongam Siregar, Minggu (5/8), tidak memberikan tanggapan atas keresahan warga akibat pungli parkir liar di sekitar kawasan Mall Season City.

Sikap diam juga dilakukan Kadishub DKI, Andri Yansyah dan Kasudinhub Jakbar, Leo Amstrong Manalu, tidak memberikan jawaban atas konfirmasi Harian Fakta Pers, Minggu (5/8).

Sumber Harian Fakta Pers dilingkungan Kejaksaan Negeri Jakarta Barat, mengungkapkan keheranannya atas praktik pungli yang berlangsung sejak 2014 tersebut. Sumber menjelaskan, bila hal ini tidak segera diatasi, maka masyarakat akan dirugikan atas ulah preman yang kerap memeras PKL di kawasan itu. ●fp02/fp01

Most Popular

Recent Comments