Sabtu, Februari 27, 2021
Beranda Ratna Sarumpaet Kritik Ucapan "Berani Berantem" Jokowi
Array

Ratna Sarumpaet Kritik Ucapan “Berani Berantem” Jokowi

JAKARTA, faktapers.id – Pidato Jokowi dalam pertemuan relawan di Sentul, Sabtu (4/8/2018) kemarin agar pendukungnya siap berkelahi ternyata menuai banyak kecaman,salah satunya dari Ratna Sarumpaet.

Dalam kicauan di akun twitter @RatnaSpaet, aktivis yang baru saja berseteru dengan Menko Luhut Panjaitan terkait masalah pengangkatan jenazah korban kapal tenggelam di Danau Toba, menegaskan pidato Jokowi tersebut tak pantas diucapkan seorang pemimpin negara

“Selamat pagi Pak @jokowi. Nasehat bapak sangat tidak pantas diucapkan seorang Presiden,” kata Ratna dalam kicauannya, Minggu (5/8/2018).

Ratna menyarankan kepada Jokowi agar memakai cara yang demokratis jika dirinya ingin duduk sebagai Presiden dua periode.

“Bapak ingin 2 periode itu hak bapak dan monggo diperjuangkan dengan cara-cara demokratis. Tidak dengan kebohongan apalagi  memprovokasi rakyat berkelahi,” katanya.

Namun ada juga yang membela pidato Jokowi. Budayawan Sudjiwo Tedjo

melalui akun Twitter @sudjiwotedjo yang diunggah pada Minggu (5/8/2018) mengutip ungkapan “kalau ingin damai, selalu bersiaplah untuk berperang.”

Sudjiwo Tedjo mengatakan jika dirinya bukanl pendukung Jokowi. Akan tetapi jika hanya mengutip kata-kata “siap berkelahi” saja tentu tidak fair.

Aku bukan pendukung Pak Jokowi atau siapa pun.

Tapi janganlah kebencianmu pada Pak Jokowi sampai menghapus kutipan depan beliau “jangan mencari musuh” dan hanya kutip belakangnya (tapi) “kita harus siap berkelahi”. Menurutku ini gak fair,” katanya.

Diberitakan sebelumnya, Presiden Joko Widodo memberikan arahan kepada relawan di Sentul International Convention Center (SICC) Bogor, Sabtu (4/8/2018).

Dalam arahannya, Jokowi meminta para relawan untuk melakukan kampanye dengan cara yang baik pada Pilpres 2019 mendatang.

Jokowi juga meminta relawan untuk tidak takut apabila mendapat serangan dari lawan politik.

“Jangan bangun permusuhan, jangan membangun ujaran kebencian, jangan membangun fitnah fitnah, tidak usah suka mencela, tidak usah suka menjelekkan orang. Tapi, kalau diajak berantem juga berani,” kata Jokowi

“Tapi jangan ngajak (berantem) loh. Saya bilang tadi, tolong digarisbawahi. Jangan ngajak. Kalau diajak, tidak boleh takut,” sambung Jokowi. fp01

 

Most Popular

Recent Comments