Sabtu, Februari 27, 2021
Beranda SAS Institute Bantah Dukung Prabowo – Sandi
Array

SAS Institute Bantah Dukung Prabowo – Sandi

Jakarta, faktapers.id – Pasca pertemuan antara Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj dengan pasangan capres-cawapres Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, menimbulkan pemberitaan yang dinilai Said Aqil Siroj Institute (SAS Institute) yang kurang tepat
Menanggapi pemberitaan media massa terkait pernyataan KH. Said Aqil Siroj dalam pertemuan PBNU dengan Prabowo-Sandiaga Uno, SAS (Said Aqil Siroj) Institute menemukan beberapa pemberitaan yang tidak benar, bahkan mengarah pada ketidakjujuran dan manipulasi. Hal ini diungkapkan Said Aqil Siroj (Sas) Institute dalam rilisnya, belum lama ini.

“SAS Institute menemukan beberapa pemberitaan yang tidak benar, bahkan mengarah pada ketidakjujuran dan manipulasi. Pemberitaan yang tendensius ini sangat merugikan nama baik KH Said Aqil Siroj dan bisa menimbulkan perpecahan warga NU,” kata Direktur Eksekutif SAS Institute Imdadun Rahmat dalam jumpa pers di kantor SAS Institute, Jakarta, belum lama ini.

Imdadun menyebutkan pernyataan Said saat menemui Prabowo dan Sandiaga di Kantor PBNU tidak bisa diartikan sebagai bentuk dukungan terhadap pasangan tersebut. Pasalnya, sebagai Ketua Umum PBNU, Said menyatakan tidak pernah menyatakan dukung kepada Prabowo-Sandiaga di Pilpres 2019. Sehingga, hal tersebut dapat memicu perpecahan di kalangan keluarga besar kaum Nahdliyyin.

Diutarakan Imdadun, dalam rilisnya melalui medsos, Kamis (23/8/2018), menegaskan, bahwa pemberitaan yang tendensius ini sangat merugikan nama baik KH Said Aqil Siroj dan bisa menimbulkan perpecahan warga NU.

SAS Institute mengimbau kepada masyarakat khususnya warga NU untuk tidak terpengaruh berita bohong yang mengarah pada upaya membenturkan Said Aqil dengan Ma’ruf Amin. Berkaitan dengan itu, SAS Institute menyatakan:

1. Pernyataan yang disampaikan KH. Said Aqil Siroj tidak ada satupun yang bisa diartikan sebagai dukungan kepada pasangan Prabowo-Sandiaga Uno.

2. Terjadi manipulasi terhadap pernyataan dukungan kepada pasangan Capres-Cawapres Prabowo-Hatta pada Pemilu 2014 seolah-olah merupakan dukungan kepada Prabowo-Sandiaga Uno.

3. KH. Said Aqil Siroj sebagai Ketua Umum PBNU tidak mendukung pasangan Calon Prabowo-Sandi.

4. KH. Said Aqil Siroj sebagai pribadi yang memiliki hak konstitusional untuk menentukan dukungannya tetap istiqomah terkait doa, restu, solidaritas dan dukungan beliau kepada KH. Ma’ruf Amin sebagai sesama ulama dan khususnya sesama tokoh NU.

5. Menghimbau kepada masyarakat, khususnya warga NU untuk tidak terpengaruh berita bohong yang mengarah pada upaya membenturkan antara KH. Said Aqil Siroj dengan KH. Ma’ruf Amin yang bisa mengarah pada perpecahan dalam keluarga besar Kaum Nahdliyyin.

6. Menyerukan kepada media tertentu yang melakukan manipulasi pemberitaan untuk mencabutnya dan merevisinya dengan berita yang benar.

7. Meminta kepada Dewan Pers untuk menjalankan tugas dan wewenangnya menyangkut pelanggaran Kode Etik Jurnalistik.

8. SAS Institute akan terus konsisten mendorong kehidupan politik yang konstitusional, demokratis, berkeadaban, damai dan berorientasi kepada kemaslahatan publik.

9. SAS Institute senantiasa menjaga, mengawal dan menegakan integritas dan moralitas bangsa. Beserta teguh menentang perilaku politik adu domba, politik identitas, fitnah, dan berita bohong.

Pernyataan pers ini urgen untuk dilakukan, sebab SAS Institute memangku tugas moral yang secara langsung diamanatkan Kiai Said Aqil Siroj untuk menyampaikan hal yang sebenar-benarnya serta sejujur-jujurnya. fp03

Most Popular

Recent Comments