Sabtu, Februari 27, 2021
Beranda Tak Cukup Bukti, Kejagung SP3 Dugaan Korupsi PT AP I
Array

Tak Cukup Bukti, Kejagung SP3 Dugaan Korupsi PT AP I

Jakarta, faktapers.id – Kasus dugaan korupsi yang melibatkan PT Angkasa Pura (AP) I, oleh tim penyidik Kejagung telah dihentikan. Demikian pula dua kasus di perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tersebut turut dihentikan.

Direktur Penyidikan Tindak Pidana Khusus Kejagung, Warih Sadono menyatakan kedua kasus itu dihentikan karena dinilai tidak cukup bukti.

“Dua-duanya tidak cukup bukti, makanya dihentikan,” ujarnya kepada wartawan, di Gedung Bundar, Kejagung, Jakarta, Jumat pekan lalu.

Terkait soal bagaimana dan kapan kedua kasus itu dihentikan, Warih tak mau merinci secara detil. Dia hanya menyebutkan bahwa penghentian kedua kasus itu setelah melalui proses pemeriksaan alat bukti.

Soal kasus penyelewengan kontrak kerjasama antara AP I dengan PT GVK Service misalnya, diutarakannya penghentian kasusnya itu setelah diperoleh keterangan ahli dan saksi.

“Pendapat ahli ada yang menyatakan kalau kasusnya itu termasuk ranah perdata, bukan pidana, sehingga masih bisa ditoleransi,” ungkap Warih.

Begitu juga pendapat dari Tim Ahli dari Jaksa Agung Muda Perdata dan Tata Usaha Negara (Jamdatun), berpendapat kasusnya itu bisa diselesaikan secara perdata.

Mengenai soal penyimpangan pembangunan infrastruktur Bandara I Gusti Ngurah Rai, menurut mantan Deputi Penindakan KPK ini juga masih ada toleransi untuk dihentikan. Ini mengingat kerugian negara kasus tersebut yang jumlahnya relatif kecil, tidak seberapa kalau dirupiahkan.

Kasus penyelewengan kontrak kerjasama antara AP I dengan PT GVK Service dan pembangunan infrastruktur Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali sudah lebih dari setahun disidik oleh Kejagung. Akan tetapi hingga kasusnya dihentikan, belum ada seorang pun yang ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejagung. Dengan alasan belum memperoleh bukti yang kuat untuk menetapkan tersangka dalam kasus tersebut.

Sebelumnya Kejagung juga pernah melakukan penyidikan terhadap Angkasa Pura I berkaitan pengadaan lima unit mobil pemadam kebakaran tahun anggaran 2011, senilai Rp63 miliar.

Meskipun berdasarkan sprindik khusus yang diterbitkan 2015 lalu, dalam kasus mobil damkar, telah ditetapkan dua orang tersangka yaitu, Tommy Soetomo selaku Dirut AP I (saat itu) dan Hendra Liem selaku Direktur PT Scientek.

Namun, kasus tersebut tak kunjung berkembang ke penuntutan setelah diterbitkannya SP3 oleh Kejagung.

Lagi-lagi alasan dihentikannya kasus tersebut karena tidak ditemukan selisih harga (kerugian negara) berdasarkan hasil audit BPKP. Dengan SP3 tersebut, maka kedua tersangka pun lolos dari proses hukum. fp01

Most Popular

Recent Comments