Rabu, Maret 3, 2021
Beranda Walikota Jakbar: Lurah Pungli Siap Digeser!
Array

Walikota Jakbar: Lurah Pungli Siap Digeser!

Jakarta, faktapers.id – Walikota Jakarta Barat, Rustam Effendi yang terkenal dengan ketegasannya memberikan warning terhadap para Lurah yang tersangkut dugaan korupsi dan yang sedang menjalani pemeriksaan, akan digeser dari jabatannya.

Saat ini, ungkap Rustam, pihaknya sedang melakukan evaluasi dan assement yang merupakan leading sektor dari Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Pemprov DKI Jakarta.

“Masih Evaluasi. Evaluasi bukan dari tahunnya, tapi dari kinerjanya,” ujar Rustam, belum lama ini di ruang kerjanya.

Siapa saja yang akan tergeser? Rustam mengatakan, bahwa bilamana ada oknum Lurah tersangkut pungli dan kena periksa (Kejaksaan/KPK/Polisi), maka oknum tersebut akan tergeser.

“Kalau Lurah – lurah yang kena pungli dan kena periksa, ya siap-siap aja tergeser,” ujar Rustam.

Mutasi penjabat memang sangat diperlukan dalam suatu organisasi, terkhusus di pemerintahan seperti Pemko Jakbar. Dengan adanya mutasi itu, penjabat baru dapat merencanakan dan melaksanakan program-program inovatif, yang tujuannya untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.

Kasudin Kominfo Jakbar, Sugiono, menjelaskan, bahwa assesment Lurah dan penjabat setingkat Kasie dilingkup Pemko Jakbar bertujuan untuk menilai track record, pengalaman kerja dan kinerja penjabatnya.

“Indikatornya salah satunya itu, untuk mutasi,” ujar Sugiono.

Disinggung mengenai isu mutasi yang mengarah pada Aparatur Sipil Negara (ASN) Angkatan 2010, Sugiono, mengatakan, bahwa dirinya belum mengetahui kapan dan siapa saja penjabat yang akan terkena mutasi.

“Itu kan baru isu. Kita berharap semoga penjabat yang ditempatkan menjadi penjabat yang benar-benar melayani masyarakat dan amanah,” ujarnya lagi.

Berdasarkan informasi yang diterima Harian Fakta Pers, Pemko Jakbar akan melakukan mutasi besar-besaran terhadap penjabat Lurah, Camat dan penjabat setingkat Kasie. Menurut kabar tersebut, penjabat yang dimutasi akan didominasi oleh penjabat angkatan 2010, yang diangkat melalui lelang jabatan saat pemerintahan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

Menyikapi kabar itu, SSumber Harian Fakta Pers, salah satu penjabat Lurah di wilayah Jakbar, mendukung bilamana Walikota Jakbar melakukan rotasi terhadap penjabat Lurah Angkatan 2010. Dikatakannya, penjabat Pemprov DKI Angkatan 2010 memiliki sepak terjang minim namun mampu menduduki jabatan strategis.

“Mereka bisa menjadi pejabat bukan karena pengalaman melayani masyarakat, tapi dikarbit melalui lelang jabatan,” ujar Lurah tersebut.

Diakui, bahwa pejabat Pemprov DKI angkatan 2010 masih tergolong muda dan akrab mengaplikasikan teknologi. Namun, ungkap Lurah tersebut, yang dibutuhkan masyarakat adalah pelayanan dan penyelesaian masalah lapangan dengan cepat, tanggap dan tepat. Hal inilah yang tidak dimiliki penjabat Pemprov DKI Angkatan 2010.

“Mereka karena mudah menjadi pejabat seakan terkesan sombong dan seperti tidak mau mengenal mitra-mitranya dan masyarakat. Kalau tidak percaya, tanya saja ke yang lain, pasti jawabannya sama. Dan tanya juga ke angkatan 2010 itu, pasti mereka menjawab sama, terkesan songong,” ungkap Lurah tersebut.

Harian Fakta Pers juga mengkonfirmasikan rencana mutasi ini kepada salah satu pejabat Pemprov DKI Angkatan 2010. Sumber tidak mempersoalkan rencana mutasi bila difokuskan pada Angkatan 2010, namun pinta sumber, agar Walikota Jakbar Rustam Effendi dapat menilai secara objektif terhadap kinerja jajarannya.

“Kalau memang ada Angkatan 2010 yang tidak mampu kerja, ya silakan diganti. Namun, kalau memang ASN itu mampu bekerja, ya patut juga diapresiasi,” ungkapnya.

Sumber Harian Fakta Pers setingkat Lurah yang juga berhasil dikonfirmasi, mengapresiasi rencana mutasi Pemko Jakbar. Diakui sumber, bahwa penjabat Lurah telah menjalankan assesment sekitar sebulan lalu.

“Umumnya penilaian untuk mutasi diambil dari pengalaman kerja, track record dan kinerja. Assesment salah satu indikatornya juga,” ungkap penjabat Lurah tersebut.

Sumber mengatakan bahwa dirinya siap di mutasi dan ditempatkan di mana saja, namun seyogyanya para pimpinannya dapat menilai kinerja secara objektif.

Sayangnya, Kepala Sub Badan Kepegawaian Jakbar, Elvryana, Selasa (7/8), ketika dikonfirmasi Harian Fakta Pers, tidak menjawab. fp01

Most Popular

Recent Comments