Rabu, Juni 16, 2021
BerandaBangunan Melanggar Tak Ditindak Sudin Citata Jakut, Oknum Disogok Pemilik Bangunan?
Array

Bangunan Melanggar Tak Ditindak Sudin Citata Jakut, Oknum Disogok Pemilik Bangunan?

Jakarta, faktapers.id – Izin Mendirikan Bangunan (IMB) adalah perizinan yang diberikan oleh Pemerintah Daerah (Pemda) kepada pemilik bangunan untuk membangun baru, mengubah, memperluas, mengurangi, dan/atau merawat bangunan sesuai dengan persyaratan administratif dan persyaratan teknis yang berlaku.

Maraknya bangunan-bangunan yang berdiri tanpa/tak sesuai izin di suatu wilayah merupakan suatu bukti bahwa fungsi pengawasan dari pemerintah setempat tidak maksimal.

Tidak maksimalnya fungsi pengawasan berdampak pembiaran terhadap bangunan yang melanggar aturan, tentu Pemda akan sangat dirugikan karena tidak terserapnya secara maksimal Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang dipungut melalui retribusi perizinan.

Tidak hanya itu, secara tidak langsung menggambarkan tidak tegasnya dalam penegakan aturan. Pada beberapa kasus, ketidaktegasan ini memungkinkan adanya “main mata” antara oknum pengawas dengan pemilik bangunan yang melanggar.

Bagaimana tidak?. Seperti di wilayah DKI Jakarta, pelanggaran perizinan oleh pemilik bangunan, kerap dimanfaatkan oleh oknum pengawas dari Unit/Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) bidang Pengawasan, yaitu Dinas Cipta Karya, Tata Ruang dan Pertanahan (CKTRP) DKI Jakarta atau sering disebut Dinas Citata dan jajarannya sebagai celah untuk mengumpulkan “rupiah” ke kantong pribadinya.

Dengan bermodalkan peraturan, kewenangan serta fungsi yang sangat jelas, pemilik bangunan pun pasti akan berpikir seribu kali bilamana oknum pengawas tersebut akan membongkar bangunannya bila diketahui telah melanggar aturan.

Ada juga pemilik bangunan pasrah, karena bangunannya yang menjulang tinggi telah dibongkar terbukti melanggar aturan perizinan. Berarti aturan telah ditegakkan, tentu kita patut memberikan apresiasi kepada dinas terkait tersebut.

Akan tetapi bagaimana dengan bangunan yang melanggar lainnya, tapi tak kunjung ditindak? Apakah ini yang namanya “tebang pilih” dan “main mata”?

Bangunan melanggar yang sudah tumbuh menjamur dibiarkan bahkan hingga berbunga di wilayah Kelurahan Kebon Bawang, Kecamatan Tanjung Priok, Jakarta Utara (Jakut), tak ditindak. kls/fp01

Daftar Bangunan Melanggar Namun Tak Ditindak:

  1. Jalan Swasembada Timur XXII/Jalan Swadaya Raya, Gang 7, Kelurahan Kebon Bawang, Tanjung Priok, Jakut. Bangunan 3 lantai direnovasi, penambahan sisi depan dan kolam renang, tinggi pagar 6-7 meter, tidak memiliki IMB, tidak ada jarak bebas (resapan air), melanggar Garis Sepadan Bangunan (GSB).
  2. Jalan Swadaya 1, RT 08/06, No 14, Kelurahan Kebon Bawang, Tanjung Priok, Jakut. Bangunan 3 lantai, tidak memiliki IMB, tidak ada jarak bebas (resapan air), melanggar GSB.
  3. Jalan Swasembada Barat XXIV, RT 09/011, Kelurahan Kebon Bawang, Tanjung Priok, Jakut. Bangunan 2 setengah lantai, tidak memiliki IMB, tidak ada jarak bebas (resapan air), melanggar GSB.
  4. Jalan Swasembada Barat XVI, RT 13/14, Kelurahan Kebon Bawang, Tanjung Priok, Jakut. Bangunan 3 lantai milik ibu Haji Fatimah , tidak memiliki IMB, tidak ada jarak bebas (resapan air), melanggar GSB.
  5. Jalan Swasembada Barat XVI, No 36, RT 02/14, Kelurahan Kebon Bawang, Tanjung Priok, Jakut. No IMB 1558/8.1/31.72.02/1.785.51/2016, izin 3 lantai Rumah Tinggal, fisik bangunan 4 lantai, tidak ada jarak bebas (resapan air), melanggar GSB.
  6. Jalan Kebon Bawang XIII, RT 08/01, Kelurahan Kebon Bawang, Tanjung Priok, Jakut. Bangunan 2 lantai, fisik kontrakan 9 pintu, tidak memiliki IMB, tidak ada jarak bebas (resapan air), melanggar GSB.
  7. Jalan Kebon Bawang XI, RT 07/01, Kelurahan Kebon Bawang, Tanjung Priok, Jakut. Bangunan 2 lantai, tidak memiliki IMB, tidak ada jarak bebas (resapan air), melanggar GSB.
  8. Jalan Kebon Bawang XI, RT 07/01, Kelurahan Kebon Bawang, Tanjung Priok, Jakut. Bangunan 2 lantai milik Ibu Evi, mengaku memiliki IMB tapi tidak dipasang, tidak ada jarak bebas (resapan air), melanggar GSB.
  9. Jalan Kebon Bawang XV, No 6, RT 06/01, Kelurahan Kebon Bawang, Tanjung Priok, Jakut. Bangunan milik Eddy Suwu, No IMB 375/PIMB/31.72.02/UP/PTSP/TG.PRIOK/U/XI/17, izin 2 lantai Rumah Tinggal, fisik bangunan Kantor 3 pintu, tidak ada jarak bebas (resapan air), melanggar GSB.
  10. Jalan Kebon bawang VI/Jalan Kebon Bawang Raya, No 40, RT 04/06, Kelurahan Kebon Bawang, Tanjung Priok, Jakut. Bangunan ditambah 1 lantai, tidak ada IMB.
  11. Jalan Swasembada Barat XXII, RT 06/12, Kelurahan Kebon Bawang, Tanjung Priok, Jakut. Bangunan 2 lantai, tidak ada jarak bebas, tidak memiliki IMB, melanggar GSB.
  12. Jalan Swasembada Barat XXII, RT 06/12, Kelurahan Kebon Bawang, Tanjung Priok, Jakut. Bangunan 2 lantai, tidak ada jarak bebas, tidak memiliki IMB, melanggar GSB. (Masih satu lokasi dengan no 11).
  13. Jalan Swasembada Barat II, RT 02/09, Kelurahan Kebon Bawang, Tanjung Priok, Jakut. Bangunan 3 lantai, mengaku memiliki IMB tapi tidak dipasang, tidak ada jarak bebas (resapan air), melanggar GSB.
- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments