Sabtu, Maret 6, 2021
Beranda Cawapres Ma'ruf Amin Sebut Disparitas Harus Dihilangkan Mewujudkan Indonesia Sejahtera
Array

Cawapres Ma’ruf Amin Sebut Disparitas Harus Dihilangkan Mewujudkan Indonesia Sejahtera

Jakarta, faktapers.id – Calon Wakil Presiden Ma’ruf Amin bertekad ingin memenangkan Pilpres 2019 bersama Jokowi agar Indonesia terbebas dari korupsi dan kesenjangan. Dengan begitu, ia meyakini dapat mewujudkan Indonesia menjadi lebih sejahtera dan maju.

“Dan disparitas antara yang lemah dan yang kuat, antara daerah satu dengan yang lain antara produk lokal dan global,” ujarnya saat beri sambutan hadiri syukuran Rumah Kerja Bhinneka Nusantara pasangan Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden Joko Widodo-Ma’ruf Amin di Jalan HOS Cokroaminoto 57, Jakarta Pusat, Sabtu. (22/9) malam.

Ma’ruf Amin tiba di Rumah Kerja menjelang pukul 20.00 WIB mengenakan busana putih dan peci hitam dibalut sarung berwarna hijau tua, turun dari mobil hitam yang langsung disambut meriah pembacaan shalawat ratusan relawan yang sebagian besar mengenakan baju koko dan peci, serta bergamis dan berjilbab berbondong-bondong datang memenuhi karpet merah yang digelar di pekarangan Rumah Kerja.

Lebih lanjut Ma’ruf Amin mengatakan untuk Indonesia maju harus disatukan, jangan diduakan dengan cara memecah belah. Dia pun menyampaikan terimakasihnya kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang telah memilihnya sebagai cawapres dari kalangan ulama.

“Pak Jokowi bisa saja memilih dari profesional dari politisi, tapi beliau memilih ulama, artinya beliau sangat mencintai ulama, tidak ada yang maksa beliau, tapi beliau memang merasa nyaman bersama ulama, ini yang saya kira harus kita syukuri,” tandasnya.

Meskipun Ma’ruf Amin mengaku sempat mendapat cibiran saat memutuskan maju ke kontestasi Pilpres 2019. Ma’ruf mengaku tetap menerima tawaran cawapres karena ingin mewariskan hal yang baik kepada generasi muda yang akan datang.

“Banyak yang bilang Ma’ruf Amin sudah tua, siapa bilang masih muda, semua orang juga tau. Tapi Pak Jokowi nyaman memilih yang sudah tua,” ujarnya.

Ma’ruf  menekankan niatnya yang ingin membantu Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang sudah meletakkan dasar programnya di periode pertama. Ma’ruf kembali mengibaratkannya dengan landasan udara agar Indonesia di tahun 2024 mendatang dapat lepas landas untuk terbang tinggi bagaikan pesawat terbang.

Eman Suryaman, Ketum Rumah Kerja Bhinneka Nusantara (tengah) dan Waketum Saurip Kadi (kanan)

“Supaya setelah 2024 bangsa ini miraj, jangan isro terus. Saya ingin 2024 bangsa ini naik ke atas jadi bangsa yang lebih sejahtera.  Saya akan melanjutkan sama beliau (Jokowi) untuk menyiapkan landasannya agar setelah 2024 bangsa ini erat, naik ke atas menjadi bangsa yang lebih sejahtera dan maju,” tegasnya.

Ma’aruf lalu membandingkan dirinya dengan Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad. Saat bertemu dan berada dekat dengan Mahathir.

“Saudara-saudara sekalian kenapa mau (jadi cawapres), karena saya ingin berbuat banyak, ada yang hina saya suda tua saja kok jadi (calon) wakil presiden,” ujarnya.

Bakal calon wakil presiden Ma’ruf Amin mengakui dirinya sudah tua ketika mendampingi Presiden Joko Widodo dalam Pilpres 2019 nanti. Namun, ia merasa dirinya masih muda ketika melihat sosok Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad yang aktif memimpin negaranya di usianya yang menginjak 93 tahun. Ma’ruf sendiri saat ini berusia 75 tahun mengaku semangat mudanya timbul untuk kembali membangun bangsa.

Ma’ruf mengutarakan, jika nantinya terpilih sebagai Wakil Presiden RI, maka dirinya sebagai orang tua akan memberi bekal ke generasi muda setelahnya. Ia mengibaratkan dirinya sebagai orang tua yang menanam pohon, yang buanya akan dinikmati kemudian hari oleh generasi mendatang.

“Saya dulu memakan buah-buah yang ditanam oleh bapak bapak saya, kakek-kakek saya, sebelum saya tidak menikmatinya. Sekarang saya akan menanam walau sudah tua untuk generasi setelah saya. Jangan biarkan walaupun sudah tua lewat begitu saja,” terangnya.

Selain itu, Ma’ruf juga mengungkapkan bahwa bahaya kelaparan harus dihilangkan. Kurang pendidikan, kurang kesehatan, semua itu harus dihilangkan.

“Apa yang ingin saya lakukan, yaitu membantu beliau agar Indonesia bebas dari korupsi, agar Indonesia bebas dari kelaparan, agar Indonesoa bebas dari kesenjangan-kesenjangan, disparitas-dipsaritas, disparitas antara yang lemah dan yang kuat, disparitas antar daerah, disparitas antara produk lokal dan produk global,” tegasnya..

Ma’ruf yang didaulat memotong tumpeng sebagai tanda syukuran Rumah Kerja Bhinneka Nusantara mengatakan peluncuran Rumah Kerja Bhinneka Nusantara oleh para relawan sebagai bentuk rasa syukur. Makna dari rumah tersebut adalah Indonesia yang harus disatukan kembali.

“Hadirin sekalian saya ingin sampaikan terima kasih pada Rumah Kerja Bhineka Nusantara, malam syukuran ini, yang artinya rumah ini adalah markas besar untuk memenangkan pilpres untuk jokowi-Ma’aruf Amin untuk Indonesia maju,” pungkasnya. fp03

Most Popular

Recent Comments