Senin, Maret 8, 2021
Beranda Dirut Pertamina Diperiksa KPK Soal Pertemuan dengan Tersangka
Array

Dirut Pertamina Diperiksa KPK Soal Pertemuan dengan Tersangka

Jakarta, faktapers.id – KPK memeriksa Dirut PT Pertamina Nicke Widyawati sebagai saksi kasus dugaan suap PLTU Riau-1 dengan tersangka suap, Eni Maulani Saragih pada Senin kemarin. Dalam pemeriksaan tersebut KPK mencecar Nicke soal pertemuan dengan tersangka suap.

Kabiro Humas KPK, Febri Diansyah mengatakan Nicke diperiksa dalam kapasitasnya sebagai Direktur Perencanaan PLN. Penyidik mendalami pengetahuan Nicke saat kasus terjadi.

“Ada informasi yang kami klarifikasi juga terkait dengan apakah pernah bertemu dengan tersangka EMS, kapan, dimana, dan apa pembicaraannya,” katanya di gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (17/9/2018).

Tetapi ditanya apakah ada pertemuan tersebut, Febri tidak menyebutkan secara rinci mengenai pertemuan tersebut karena katanya masuk materi pokok perkara.

“Karena posisi saksi pada saat itu sebagai Direktur Perencanaan kan, jadi kami perlu gali apa yang dilakukan oleh saksi saat itu dan apa yang diketahui saksi saat itu. Pada saat konsorsium mungkin belum terbentuk ya, atau proyek ini belum berjalan. Jadi perencanaannya sebenarnya bagaimana saat itu,” terangnya.

Menyangkut kasus ini, KPK juga memeriksa sejumlah direktur di PLN untuk menggali peristiwa sebelum tindak pidana terjadi.

“Memang ada beberapa direktur juga yang kami periksa direktur di PLN untuk mengidentifikasi saat proses penandatanganan sebelum proses penandatanganan PPA. Bagaimana proses internal yang terjadi di PLN tersebut. Apakah ada pembahasan-pembahasan proses dan alur persyaratannya bagaimana itu pendalaman,” ujar Febri.
Sudah 3 tersangka yang ditetapkan KPK dalam kasus ini, yaitu Wakil Ketua Komisi VII DPR Eni Maulani Saragih, pengusaha Johannes B Kotjo, dan mantan Menteri Sosial Idrus Marham.

Tersangka Eni diduga menerima duit suap Rp 4,8 miliar dari Kotjo selaku pemegang saham Blackgold Natural Resources Ltd. Perusahaan tersebut merupakan salah satu bagian dari konsorsium proyek PLTU Riau-1.

Selanjutnya dilakukan pengembangan penyidikan KPK menetapkan Idrus sebagai tersangka. Mantan Mensos tersebut diduga menerima janji yang sama dengan Eni, yaitu senilai USD 1,5 juta dari Kotjo, jika perusahaannya memenangi proyek PLTU Riau-1 itu. fp03

Most Popular

Recent Comments