Senin, Maret 8, 2021
Beranda Kalapas: Kamar Besar Bangunan Sejak 1918
Array

Kalapas: Kamar Besar Bangunan Sejak 1918

Bandung, faktapers.id – Munculnya polemik adanya perbedaan standar kamar sel ini yang dihuni Setya Novanto, sebelumnya muncul atas hasil sidak yang dilakukan Ombudsman RI.

Dalam Sidaknya, Pimpinan Ombudsman, Ninik Rahayu menyoroti perbedaan standar yang diterapkan kepada narapidana.

Dalam proses tahanan dan pembinaan seluruh napi, kata Ninik seharusnya mendapatkan pelayanan sama tanpa pandang bulu.

Pernyataan Ninik ini pun yang mengarah ke kabar ‘miring’ yang menyebut terpidana kasus korupsi Setya Novanto diistimewakan di Lapas korupsi Sukamiskin.

Menyikapi merebaknya tentang kabar ‘keistimewaan’ Setnov tersebut, akhirnya Kalapas Sukamiskin Klas 1A, Tejo Harwanto memberikan jawaban. Ia membenarkan bahwa sel yang dihuni Setya Novanto lebih luas dengan ukuran 300 x 500 cm.

“Ruangan Setya Novanto lebih besar, kira-kira 300-500 cm. Namun kamar tersebut tidak hanya dihuni oleh Setnov semata, ada sekitar 40-an sel dengan ukuran serupa,’ kata Tejo, Minggu (16/9/2018),

Menurutnya ada juga beberapa narapidana yang memiliki hunian dengan ukuran serupa, yakni Nazaruddin, Joko Susilo, dan Tubagus Chaeri Wardhana atau Wawan.

“Terus ada napi umum yang baru masuk juga di situ (kamar ukuran luas) dan udah lama juga mereka itu menempati ruangan hunian yang besar,” terangnya.

Diutarakan Tejo, hunian-hunian di lapas Sukamiskin terbagi menjadi tiga. Diantaranya ada kamar dengan ukuran kecil, kamar ukuran sedang dan kamar ukuran besar.

Kontruksi bangunan Lapas Sukamiskin merupakan salah satu “heritage” atau bangunan bersejarah sejak 1918. Sehingga tidak mungkin untuk dilakukan perombakan, juga menjaga agar tidak merusak konstruksi.

“Terus yang ngak kalah penting bahwa di sini, kita akan menekankan bahwa mereka akan mendapatkan pelayanan yang sama dengan kamar bentuk yang sama. Bukan luasannya, kita ngga perdebatkan dengan luasannya,” pungkas Tejo Harwanto. fp01

Most Popular

Recent Comments