oleh

Kata Eni, Sofyan Basir Ikut Menerima Uang Suap PLTU Riau-1

Jakarta, faktapers.id – Mantan Wakil Ketua Komisi VII DPR Eni Maulani Saragih menyebut Direktur Utama PT PLN Sofyan Basir ikut menerima uang suap terkait proyek pembangunan PLTU Riau-1. Demikian diungkapkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

“Baru dari satu orang saja si Eni (yang menyebut Sofyan Basir terima uang). Nah baru satu saksi itu aja,” ucap Wakil Ketua KPK Alexander Marwata di sela-sela lokakarya media, Jakarta, Sabtu (1/9).

Diutarakannya juga, bahwa Eni juga menyebutkan bahwa uang yang dirinya terima juga masuk ke kantong mantan Menteri Sosial Idrus Marham.

“Dia (Eni) menyampaikan kepada si IM kemarin, saya abis ketemu dengan SB. Nanti pembagiannya sama-sama,” sebutnya.

Menurut Alex, berdasarkan ucapan Eni, uang terkait proyek PLTU Riau-1 itu bakal dibagikan bersama Idrus dan Sofyan. Namun pihaknya masih terus mengumpulkan bukti untuk memperkuat keterangan Eni terkait keterlibatan Sofyan dalam proyek senilai US$900 juta.

“Kalau sudah cukup bukti pasti kami naikkan kan. Hanya sebatas sebagai saksi, karena alat buktinya belum cukup,” kata dia.

Nama Sofyan mencuat paska Eni Saragih dan Kotjo ke OTT oleh tim penindakan KPK pada 13 Juli 2018. Penyidik KPK bahkan langsung menggeledah rumah pribadi dan ruang kerja Sofyan di kantor pusat PT PLN, sehari setelah Eni Saragih dan Kotjo ditetapkan sebagai tersangka suap.

Dan Sofyan telah dua kali diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Eni Saragih dan Kotjo. Penyidik KPK juga telah menyita telepon seluler Sofyan. Pemeriksaan pertama pada 20 Juli 2018. Usai diperiksa Sofyan mengaku mengenal Eni Saragih dan Kotjo. Dan menurutnya juga beberapa kali bermain golf bareng Idrus. Namun, Sofyan membantah mengetahui pemberian uang yang dilakukan Kotjo kepada Eni Saragih.

Kemudian Sofyan diperiksa kembali sebagai saksi pada 7 Agustus lalu, untuk mendalami dugaan pertemuan yang dilakukan Sofyan dengan Eni Saragih dan Kotjo.
Terkait hal ini Sofyan belum bisa dihubungi.

Dalam pendalaman kasus dugaan suap proyek PLTU Riau-1 ini, KPK telah menjerat tiga orang sebagai tersangka, yakni Eni, Kotjo dan terbaru Idrus Marham. fp01

Komentar

News Feed