Selasa, Maret 2, 2021
Beranda Kerjasama Pengadaan Pesawat Berujung ke Ranah Hukum
Array

Kerjasama Pengadaan Pesawat Berujung ke Ranah Hukum

Jakarta, faktapers.id – Sapto Kashariyanto sebagai Ketua Kamar Dagang dan Industri Soekarno-Hatta International Airport (Kadin SHIA) dilaporkan Tim kuasa hukum  Geminiantoro Raharjo ke  Polda Metro Jaya, terkait kasus dugaan penipuan.

Diutarakan Gilbert Marciano Tulaar dan Gabriel H.V Sipayung selaku tim hukum Geminiantoro bahwa status terlapor yang sekarang sudah ditahan dan telah ditingkatkan menjadi tersangka menurut Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyidikan (SP2HP).

“Kasus ini awalnya dilaporkan pengusaha bernama Geminiantoro Raharjo ke Bareskrim Polri pada 17 Oktober 2017. Kemudian kasus ini dilimpahkan ke Ditreskrimum Polda Metro Jaya pada 23 Februari 2018,” ungkap Gilbert Marciano, Rabu (19/9/2018). di Polda Metro Jaya.

Gilbert menjelaskan perkara ini bermula dari perjanjian kerja sama antara Geminiantoro dengan Sapto dalam pengadaan pesawat kargo untuk disewa. Dimana pesawat nantinya beroperasi untuk mengirim logistik dari Jakarta ke Papua.

“Nilai perjanjian ini mencapai Rp 3 miliar. Pesawat ini disewa klien kami,” kata Gilbert.

Dalam perjanjian yang berlangsung September 2016, lanjutnya, uang dibayar dalam tiga tahap. Tahap pertama ketika perjanjian awal, Geminiantoro membayar Rp 1 miliar. Tahap selanjutnya korban juga diminta melunasi Rp 1 miliar. Uang nantinya dipakai untuk mengurus izin, operasional dan sebagainya.

“Namun pada tahap kedua klien kami hanya membayar Rp 200 juta. Pembayaran dilakukan tersangka untuk melihat pesawat di Manila, Filipina,” ujar Gilbert.

Namun hingga waktu yang telah ditentukan, kata Gilbert, tanda-tanda pesawat yang hendak disewa tidak muncul, tak juga terealisasi. Pihak Geminiantoro juga berulang kali mempertanyakan hal ini, tapi jawaban Direktur Utama PT Ramadhan Utama Solusi (RUS) itu tak memuaskan. Somasi juga dilayangkan sebelum akhirnya pelaporan ke polisi dilakukan.

“Tapi hingga akhirnya kami laporkan, niat baik tersangka kami nilai tak ada,” tandasnya.

Selain menetapkan sebagai tersangka, Sapto juga telah ditahan penyidik. Hal ini diketahui melalui Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyidikan (SP2HP) yang diterima pihak Geminiantoro.

“Harapan kami di persidangan nanti ia dinyatakan bersalah melanggar Pasal 378 tentang Penipuan dan Pasal 372 tentang Penggelapan, dan diperintahkan hakim untuk mengembalikan uang klien kami sebesar Rp 1,2 miliar yang ia gelapkan,” pungkas Gabriel Sipayung. fp03

Most Popular

Recent Comments