Sabtu, Februari 27, 2021
Beranda Pesan KPK Diabaikan Bawaslu
Array

Pesan KPK Diabaikan Bawaslu

Jakarta, faktapers.id – Soal eks koruptor yang diloloskan Bawaslu menjadi calon anggota legislatif (caleg) menjadi polemik. KPK pun ikut bicara, merasa heran atas parpol yang tetap mengajukan caleg eks koruptor.

“Kita sebenarnya dari awal mendukung PKPU, sebaiknya partai politik itu (eks koruptor) tidak dicalonkan lagi untuk calon legislatif. Memangnya parpol kekurangan kader apa? Sampai misalnya harus mencalonkan lagi mantan napi koruptor. Tapi itu bukan ranah KPK, itu ranah KPU dan Bawaslu,” tandas Wakil Ketua KPK Laode M Syarif di Pulau Ayer, Kepulauan Seribu, Sabtu (1/9/2018).

Pernyataan tersebut diutarakan Syarif terkait adanya eks narapidana korupsi yang diloloskan sebagai bacaleg. Meski ia menyerahkan persoalan tersebut kepada KPU, Bawaslu, dan partai politik.

“Banyak yang berpendapat karena dasar hukumnya yang itu tidak ada larangan untuk mencalonkan, tapi ada aturan KPU. Kita menyerahkan kepada niat baik antara partai politik dan KPU dan Bawaslu untuk mengatur itu. Tapi KPK sejak awal berprinsip Indonesia nggak kekurangan orang. Kita ini (penduduknya) 250 juta, masak harus mencalonkan lagi yang mantan napi koruptor,” ucapnya mengingatkan.

Meski begitu, kata Syarif, KPK tak bisa mencampuri urusan KPU dan Bawaslu. Dia hanya mengingatkan parpol, agar mengusung bacaleg yang tidak pernah menjadi napi korupsi.

“Saya tidak bisa mencampuri urusan Bawaslu, kalau menurut penilaian Bawaslu itu dibolehkan. Kalau misalnya orang tidak sepakat dengan aturan yang dikeluarkan oleh KPU, mereka meminta untuk diselesaikan di Bawaslu,” ujarnya.

Ia memprediski keputusan Bawaslu begitu kayaknya akan jalan terus. “Tapi kami selalu berharap dan mendukung KPU waktu itu untuk semua calon legislatif itu sebaiknya diupayakan benar itu tidak terlibat kasus-kasus korupsi di masa lalu,” pungkas Syarif. fp03

Most Popular

Recent Comments