Sabtu, Maret 6, 2021
Beranda Polisi Dalami Peran JFS dan Intelijen Pemasok Senpi
Array

Polisi Dalami Peran JFS dan Intelijen Pemasok Senpi

Papua, faktapers.id – Ditangkapnya warga asing, JFS karena terlibat makar, bersamaan dengan penemuan ratusan amunisi di sebuah rumah Jalan Freeport, Kompleks Bendungan, Papua Sabtu (15/9/2018).

Menurut Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol AM Kamal, sampai saat ini masih didalami keterkaitan peran intelejen dan JFS. Warga negara Polandia itu sendiri sudah ditetapkan sebagai tersangka kasus makar.

“Belum kami dapatkan keterkaitannya, termasuk dengan jaringan JFS warga Polandia, tapi tetap kita dalami,” ujarnya.

Kamal menjelaskan, ditemukannya ratusan amunisi berbagai jenis, senjata api rakitan dan bom molotov dengan delapan warga di Jalan Freeport, Kompleks Bendungan, masih dikembangkan satu persatu, sejauh mana peran dari masing-masing orang, amunisi dan senjata rakitan dari mana asalnya termasuk ada oknum warga yang masih kami kejar, yang diduga sebagai saksi utama.

“Kami akan kumpulkan, dicek satu persatu. Kami belum tahu persis oknum warga yang kami kejar ini adalah yang aktif dalam penyediaan peluru,” katanya.

Soal keterkaitan dengan jaringan Timor Leste di Jakarta yang membawa senjata, termasuk keterlibatan oknum TNI dan Polri, Kamal juga menyatakan masih dalam pendalaman dan pengecekkan.

“Kami masih dalami. Kami yakin akan mengerucut. Karena petugas masih terus bekerja ekstra keras,” ungkapnya.

Dengan adanya penemuan ratusan amunisi tersebut, kata Kamal Kabupaten Mimika menjadi salah satu daerah yang paling rawan dilakukan penyelundupan senjata api dan amunisi. Termasuk Nabire dan Kabupaten Jayawijaya.

“Penyelundupan senjata ini sangat mungkin lewat darat. Kami harapkan agar warga tetap waspada dan melaporkan hal-hal yang mencurigakan,” pesannya.

Penemuan ratusan amunisi berawal pada Senin pekan ini, seorang pelajar berinisial RW (20) kedapatan membawa 153 butir amunisi dan uang tunai sebanyak Rp110 juta ketika akan terbang ke Dekai, Kabupaten Yahukimo.

Ratusan amunisi dan uang tersebut yang ditaruh dalam ransel terdeteksi mesin x-ray di Bandara Moses Kilangin, sehingga petugas bandara bekerja sama dengan aparat keamanan setempat langsung menangkap RW dan membawa ke Polres Mimika.

Dari pemeriksaan terhadap RW, akhirnya aparat gabungan Polri dan TNI melakukan penggeledahan dan menangkap delapan warga berserta ratusan amunisi berbagai jenis, satu pucuk senjata api rakitan dan sejumlah dokumen di sebuah rumah yang terletak di Jalan Freeport, Kompleks Bendungan, Kabupaten Mimika, Papua pada Sabtu pagi sekitar pukul 06.00 WIT.

Pada saat melakukan penggeledahan itu, barang bukti yang ditemukan diantaranya amunisi kaliber 5,56 sebanyak 104 butir, amunisi revolver sebanyak 11 butir, amunisi 7,62 sebanyak 1 butir, bom molotov atau rakitan sebanyak 7 botol, dan logo bintang kejora.

Lainya, ada juga sejumlah dokumen, handphone, hard disk, parang, busur beserta anak panah, kapak dan tombak. Sementara inisial kedepalan warga yang diduga merupakan aktivis KNPB adalah TG, HW, HE, PN, EH, NA, JK, dan YW.

Diantara delapan nama tersebut, masih ada satu orang dari kelompok itu telah melarikan diri, sehingga jajaran Polres Mimika dibantu TNI masih melakukan pengejaran. fp01

Most Popular

Recent Comments