Senin, Maret 8, 2021
Beranda Polisi Didesak Panggil Paksa Prasetyo Edi
Array

Polisi Didesak Panggil Paksa Prasetyo Edi

Jakarta, faktapers.id – Penyidik Polda Metro Jaya diminta kuasa hukum mantan Sekretaris Daerah Provinsi Riau Zaini Ismail, Ilal Ferhard untuk memanggil paksa Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi.

Dikatakan Ilal pihak Zaini sudah memenuhi panggilan dari Polda Metro Jaya. Ia berharap penyidik kepolisian memintai keterangan Prasetyo. Keterangan politikus PDIP itu terkait kasus dugaan penipuan dan penggelapan, yang dilaporkan kliennya dengan terlapor Prasetyo.

“Jadi dari pihak pelapor sudah selesai. Sekarang pihak terlapor. Jadi seharusnya itu, terlapor dipanggil Polda. Cuma beberapa kali panggil mangkir,” tandas Ilal kepada wartawan, pada Jumat (14/9) pekan lalu.

Ilal menguatarakan berdasarkan informasi yang diterimanya, kepada Prasetyo telah dilayangkan surat panggilan sebanyak dua kali oleh penyidik Polda Metro Jaya. Dengan demikian Ilal menilai, jika Prasetyo tidak memenuhi panggilan, berarti politikus PDIP itu tak menghargai proses hukum.

“Saya pertegas lagi agar kepolisian segera mungkin memanggil Ketua DPRD DKI untuk diperiksa. Kalau perlu dipanggil paksa,” puntanya.

Diketahui, Prasetyo dilaporkan oleh mantan Sekretaris Daerah Provinsi Riau Zaini Ismail. Laporan itu dibuat pada 30 April 2018. Sedangkan, dugaan penipuan dan penggelapan yang dilakukan Prasetyo terjadi pada 2014. Saat itu, Zaini masih menjabat sebagai Sekretaris Daerah Provinsi Riau.

Terkait hal ini Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Argo Yuwono menyatakan penyidik akan memberikan informasi jika memintai keterangan Prasetyo. Argo memastikan pengusutan kasus ini masih berjalan.

“Kalau dipanggil, nanti penyidik hubungi saya,” kata Argo.

Beberapa waktu lalu, Prasetyo menyebut Zaini yang melaporkan kasus ini hanya mencari perhatian. Bahkan Prasetyo pun mengaku tidak mengenal Zaini selaku pelapor.

Selain itu, Prasetyo juga mengklaim tak pernah ada urusan dengan Provinsi Riau.

“Saya tak pernah kenal si pelapor dan tak pernah ada urusan dengan Riau,” sebut Prasetyo beberapa waktu lalu.

Dalam kasus ini, Zaini melaporkan Prasetyo ke Polda Metro Jaya saat itu melalui pengacara William Albert Zai pada Senin, 30 April 2018 lalu. Laporan tersebut diterima polisi tertuang dalam nomor LP/2369/IV/PMJ/Dit. Reskrimum.

Dalam laporannya itu, William menyangkakan motif penipuan yang diduga dilakukan Prasetyo yakni menjanjikan Zaini untuk bisa menjabat sebagai Plt Gubernur Riau.

Atas janji dan jabatan itu, Zaini pun memberikan uang sebanyak Rp3,2 miliar kepada Prasetyo. fp01

Most Popular

Recent Comments