Kamis, Mei 13, 2021
BerandaReklamasi Pantura Jakarta Mengganggu Kewibawaan Negara
Array

Reklamasi Pantura Jakarta Mengganggu Kewibawaan Negara

Jakarta, faktapers.id – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan akhirnya menepati janjinya dengan mencabut izin pembangunan reklamasi pantai utara (pantura) Jakarta, Rabu (26/9).

Anies menegaskan bahwa pencabutan itu adalah hasil dari verifikasi detail di Badan Koordinasi Pengelolaan Pantai Utara Jakarta. Hasil verifikasi itulah yang menimbulkan pencabutan atas izin reklamasi pantura Jakarta.

Sebelumnya, Anies telah menyegel Pulau D, Kamis (7/6). Di Pulau itu, sebanyak 932 bangunan disegel karena tak memiliki izin.

Keputusan Gubernur DKI mencabut izin reklamasi pantura Jakarta mendapat sambutan dari warga Jakarta Utara dan nelayan, karena dinilai pro rakyat.

“Republik ini harus berwibawa di mata semua. Jangan sampai republik ini kendur, longgar, dan justru takluk melihat pembangunan seperti ini dilakukan tanpa izin yang benar. Itu mengganggu kewibawaan negara,” tutur Anies.

Anies menambahkan bahwa proyek reklamasi juga masuk Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) DKI Jakarta.

“Komitmen kita jelas bahwa janji kita adalah menghentikan reklamasi, dan itu ada 17 pulau yang direncanakan dibangun. Empat pulau sudah dibangun, 13 belum. Dan yang belum tidak akan kita teruskan, dalam RPJMD terlihat. Kita itu kalau bekerja menggunakan rencana dan tidak dimasukan dalam rencana untuk reklamasi. Jadi kita tidak teruskan,” kata Anies.

Pencabutan izin pulau reklamasi ini, lanjut Anies, bukan didasari satu atau dua orang, tapi karena badan telah melakukan verifikasi serta ditemukan ada masalah terkait perizinannya. Efek dari keputusan itu, proyek reklamasi pantura Jakarta pun dihentikan secara permanen, dan 13 pulau reklamasi dicabut izinnya.

“13 Pulau yang sudah dapat izin melakukan reklamasi, setelah kita lakukan verifikasi maka Gubernur secara resmi mencabut seluruh izin pulau reklamasi tersebut, sehingga kegiatan reklamasi di Jakarta telah dihentikan,” tegas Anies di Balai Kota, Rabu (26/9/2018). fp01

- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments