Rabu, Maret 3, 2021
Beranda Sinergitas BC, BNN dan TNI “Memerangi” Sindikat Narkoba
Array

Sinergitas BC, BNN dan TNI “Memerangi” Sindikat Narkoba

Jakarta, faktapers.id – Sudah lama sinergi positif antara Bea Cukai, BNN, dan TNI terjalin dalam mengungkap beberapa kasus hukum dan kriminal.

Untuk kesekian kalinya Sinergitas Bea Cukai, BNN dan TNI menuai hasil. Kali ini berhasil menggagalkan penyelundupan narkotika berupa 114,9 Kg sabu, dan 60.000 butir ekstasi di beberapa daerah.

Sinergi positif aparat pemerintah dalam melakukan pengawasan terhadap peredaran narkotika di Indonesia kian gencar dan rutin dilakukan. Sehingga para sindikat jaringan internasional yang kerap mencoba menyelundupkan narkotika di Indonesia juga tak kendor, mereka terus berusaha dengan terus mencari celah, menggunakan berbagai modus, sehingga aparat pemerintah pun tidak boleh lengah.

Hasilnya..! sinergi positif antara Bea Cukai, Badan Narkotika Nasional (BNN), dan Tentara Nasional Indonesia (TNI) berhasil menggagalkan penyelundupan narkotika berupa 114,9 Kg sabu, dan 60.000 butir ekstasi di beberapa daerah yaitu Aceh, Riau, dan Kalimantan. Dari berbagai kerja bareng itu petugas gabungan juga berhasil mengamankan 21 orang tersangka.

Cerita bagaimana tim gabungan berhasil menggagalkan berbagai tindak penyeludupan narkoba di berbagai daerah, diungkapkan Tenaga Pengkaji Bidang Pengawasan dan Penegakan Hukum Kepabeanan dan Cukai, Nugroho Wahyu Widodo.

“Pada hari sabtu 4 agustus petugas BNN dan Bea Cukai telah melakukan pengintaian di Jalan Lintas Riau-Sumatera Utara, Desa Bangko Bakti, Rokan Hilir, Riau. Sekitar pukul 00.15 WIB, petugas membekuk empat orang yang diduga membawa narkotika berinisial JM (52), SIS (39), RS (25), dan DP (44). Dari penindakan ini petugas berhasil mengamankan 30 bungus narkotika jenis sabu seberat 31,4 Kg dari Malaysia,” ungkap Nugroho dalam pernyataan tertulisnya, pekan lalu.

Sementara itu di Dumai, Riau, petugas BNN berhasil menyita 30.000 butir pil ekstasi pada hari sabtu 18 agustus 2018. Petugas juga berhasil mengamankan empat orang tersangka berinisial AA, KA, TD, dan ZU.

Dalam upaya melakukan penangkapan terhadap para tersangka, petugas melakukan tindakan tegas dan terukur pada salah satu tersangka berinisial AA, yang mencoba untuk melarikan diri.

Dari pemeriksaan yang dilakukan petugas, ditemukan 1 buah kantong plastik warna biru yang berisikan 30.000 butir pil ekstasi seberat 4,7 Kg. Selanjutnya dilakukan pengembangan penyidikan dan berhasil meringkus 1 orang tersangka lain berinisial GH di Pekanbaru pada hari Minggu 19 Agustus 2018.

Pada hari itu juga petugas gabungan juga berhasil mengamankan 1 unit kapal motor di Perairan Aceh Tamiang.

Kemudian dilakukan pemeriksaan kapal tersebut dan mendapati 70 bungkus sabu seberat 73,5 Kg dan 30.000 butir ekstasi dari Malaysia. Ada empat pelaku berhasil diamankan berinisial IA, AR, A, dan JS. Dari informasi yang diperoleh petugas dari keempatnya, ada tiga orang lagi yang berhasil diamankan, yakni berinisial IB selaku pemilik barang, IB selaku kurir darat, dan RN yang merupakan pemilik kapal dan koordinator ABK.

Tidak berhenti di situ, petugas gabungan juga berhasil mengamankan 10 Kg Sabu dari Kuching, Malaysia pada hari Minggu 19 Agustus 2018. Berawal dari informasi masyarakat dilakukan penyelidikan di Jalan Trans Kalimantan Kubu Raya Kalimantan Barat, berhasil amankan tiga orang yang sudah menjadi target operasi berinisial B (34), Y (42), dan G (45),” ungkap Nugroho.

Pada saat dilakukan penangkapan, salah satu tersangka berinisial G berhasil melarikan diri, hingga akhirnya dilakukan pengejaran ke sebuah rumah yang berada di Pontianak, Kalimantan Barat, dan G berhasil bersama barang bukti berupa 10 Kg sabu.

“Penindakan ini merupakan bukti komitmen pemerintah dalam memerangi peredaran narkotika di Indonesia,” tandas Nugroho. fp03

Most Popular

Recent Comments