Kamis, Mei 6, 2021
BerandaYayasan Satria Jakarta Butuh Marka Jalan dan Bus Sekolah
Array

Yayasan Satria Jakarta Butuh Marka Jalan dan Bus Sekolah

Jakarta, faktapers.id – Orang Tua siswa Yayasan Satria Jakarta mengharapkan Pemko Jakbar mengadakan marka jalan di sekitar sekolah yang berdomisili di Jalan Raya Srengseng No 26A RT 5 RW 6 Kelurahan Srengseng, Kecamatan Kembangan, Jakarta Barat.

Himbauan orangtua murid tersebut timbul akibat rasa khawatir keselamatan putra-putrinya saat berangkat dan pulang dari sekolah di area padat kendaraan bermotor tersebut.

“Setiap pagi maupun pulang sekolah tidak terlihat aparat polantas dan dishub berjaga di sekitar sekolah itu. Tidak jarang, anak-anak sekolah terserempet oleh kendaraan bermotor yang lalu lalang. Bila ada marka jalan seperti traffic light atau zebra cross, mungkin hal itu bisa diminimalisir,” ungkap Suardi, salah satu orangtua siswa Yayasan Satria Jakarta.

Suardi mengatakan, untuk menjaga keselamatan siswa Yayasan Satria Jakarta, tidak mungkin hanya dilakukan oleh satpam sekolah. Satpam sekolah dapat menjaga keselamatan itu apabila dibantu oleh marka jalan.

“Apalagi kalau pulang sekolah, Satpam sangat sibuk menolong siswa untuk menyeberang. Tapi apakah itu efektif dilakukan oleh satpam saja? Tentu tidak dong, kasihan satpam sekolah, harus mondar-mandir dan menghentikan laju kendaraan agar anak didik sekolah itu dapat menyeberang. Tapi kalau ada traffic light dan zebra cross, pasti akan sangat membantu. Kenapa di sekolah yang bonafid disediakan zebra cross dan traffic light? Kenapa di Yayasan Satria tidak ada?” ujar Suardi.

Suardi menambahkan, Pemda DKI melalui Pemko Jakbar diharapkan kritis terhadap kondisi sosial lembaga pendidikan yang berdomisili di wilayahnya. Terutama bagi lembaga pendidikan yang berdiri di jalan-jalan utama dengan mobilitas kendaraan bermotor yang padat.

“Peristiwa siswa terserempet kendaraan yang lalu lalang hampir setiap hari terjadi. Kami orangtua siswa sangat khawatir, kami ingin ada upaya pencegahan agar tidak terjadi yang lebih parah lagi terhadap putra-putri kami,” tegasnya.

Bus Sekolah
Orangtua siswa Yayasan Satria Jakarta juga mengharapkan Pemprov DKI melalui Dinas Perhubungan DKI menyediakan Bus Sekolah untuk anak didiknya. Pihak orangtua siswa telah menyarankan kepada pihak Yayasan, dan sampai saat ini belum terealisasi.

“Pihak Yayasan Satria Jakarta mengaku sudah mengajukan surat permohonan pengadaan bus sekolah ke Dinas Perhubungan DKI, dan kami berharap ada jawaban yang menggembirakan para orangtua,” ungkap Suardi.

Pengadaan bus sekolah itu diminta karena timbul rasa khawatir keselamatan putra-putri orangtua siswa Yayasan Satria Jakarta yang berada di jalan utama yang padat lalu lintasnya.

“Marka jalan dan bus sekolah, dua hal itu saja yang kami minta kepada Pemprov DKI. Tidak mungkin kami pindahkan anak-anak kami ke sekolah lain, karena kami sangat percaya dengan kualitas pendidikan Yayasan Satria Jakarta,” tambahnya.

Pihak Yayasan Satria Jakarta, H Nasruddin, menjelaskan kepada Harian Fakta Pers dan faktapers.id, bahwa pihaknya mengakui adanya masukan-masukan positif dari orangtua anak didiknya terkait permohonan marka jalan, traffic light dan bus sekolah.

Terkait itu, H Nasruddin mengatakan bahwa pihaknya tidak memiliki anggaran untuk memenuhi permintaan orangtua siswanya. Namun, pihaknya akan berupaya memperjuangan aspirasi itu untuk dimohonkan kepada Pemprov DKI dan jajarannya.

“Manusia punya harapan, tapi Allah SWT yang menentukan. Kami selaku pihak Yayasan Satria Jakarta juga punya harapan agar aspirasi ini dapat direalisasikan demi kenyamanan anak didik bersekolah,” ungkap H Nasruddin.

H Nasruddin menjelaskan, untuk rute Bus Sekolah, jalur lintasannya yakni SMAN 85 Srengseng, SMK Satria, SMAN 112, dan SMPN 134. Orangtua berharap Bus Sekolah itu melintas di jalur Kopaja 609 jurusan Meruya-Blok M, yang saat ini telah jarang melintas di trayeknya tersebut. fp02

- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments