Rabu, Juni 16, 2021
BerandaAda 129 Kelurahan di Jakarta Terancam Banjir
Array

Ada 129 Kelurahan di Jakarta Terancam Banjir

Jakarta, faktapers.id – Ada sekitar 129 kelurahan di DKI Jakarta yang berpotensi terendam banjir saat musim hujan. Demikian diungkapkan Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane (BBWSCC), Bambang Hidayah.

Bambang Hidayah mengutarakan, kelurahan yang berpotensi terendam banjir tersebut berada di sekitar aliran sungai yang ada di Jakarta.

“Kelurahan yang berpotensi terendam banjir] di sekitar kali-kali itu, Ciliwung, Angke, Pesanggrahan,” ujarnya, Selasa (9/10).

Rinciannya adalah di aliran Kali Angke ada enam kelurahan, aliran Kali Pesanggrahan ada 21 kelurahan, aliran Kali Krukut ada 12 kelurahan, aliran Kali Ciliwung 28 kelurahan.

Kemudian aliran Kanal Banjir Barat ada 10 kelurahan, aliran Kali Ciliwung Lama ada sembilan kelurahan, aliran Kali Sunter 23 kelurahan, aliran Kali Cipinang 12 kelurahan, dan aliran Cengkareng Drain ada delapan kelurahan.

Menurut Bambang data kelurahan berpotensi terendam banjir tersebut berdasarkan evaluasi dan kajian terakhir saat banjir terjadi di Jakarta sekitar bulan Februari lalu.

Penyebab banjir di Jakarta sampai saat ini, sebut Bambang salah satunya dikarenakan kapasitas kali yang tidak mampu menampung debit atau volume air terutama saat puncak musim hujan. Apalagi, lanjut Bambang, saat ini program normalisasi juga tengah dihentikan Pemprov DKI.

“Nah, semenjak tahun 2018 ini tidak ada lagi kegiatan normalisasi,” ungkapnya.

Bambang menyebutkan rencana normalisasi sepanjang 33 km, baru bisa dilaksanakan sepanjang 16 km saja. Tapi yang 17 kilometer belum lagi.

Bambang menyebut jika normalisasi tak lagi dilakukan seharusnya Pemprov DKI, lewat Dinas Sumber Daya Air, tetap rutin untuk melakukan pengerukan sungai.

Sebab, tambahnya, jika pengerukan tak rutin dilakukan maka pendangkalan akan terus terjadi di kali-kali di Jakarta.

“Kalau dibiarkan kali jadi dangkal, itu sedimentasi akan terus terjadi karena air dari hulu, kalau dari hulu itu kan umumnya kalau sebelah hulu kemungkinan sungai curam sehingga di daerah hulu sering terjadi longsor, tererosi nah erosi itu dibawa ke hilir,” papar Bambang. fp01

- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments