Rabu, Maret 3, 2021
Beranda Bangunan Tanpa IMB di Basmol Sudah Pakai Listrik
Array

Bangunan Tanpa IMB di Basmol Sudah Pakai Listrik

Jakarta, faktapers.id – Kejaksaan Negeri Jakarta Barat dan Polres Metro Jakarta Barat diharapkan menyelidiki keberadaan puluhan unit kontrakan milik bos Green Garden yang terletak di Taman Kota (samping TPU Basmol), ternyata telah dialiri listrik.

Hal ini patut dipertanyakan, karena ada dugaan oknum PLN “bermain mata” dengan penanggungjawab proyek bangunan tersebut.

Tudingan ini sangat beralasan, karena salah satu syarat mutlak untuk pemasangan listrik adalah harus memiliki Izin Mendirikan Bangunan (IMB). Sedangkan puluhan bangunan itu, dibangun tanpa dilengkapi IMB.

Bos Green Garden, H Hanafi, Selasa (2/10), ketika dikonfirmasi terkait bangunan itu dan keberadaan listrik, tidak mau menjawab. Lalu siapa yang mengurus pemasangan listriknya?

Pada edisi sebelumnya, terkuak bahwa puluhan bangunan kontrakan itu di back up oleh oknum ASN yang bertugas di Citata Kembangan. Oknum itu disebut-sebut bernama Joko. Joko diketahui bertugas sebagai pengamat Citata di Kecamatan Kembangan, dan pimpinannya bernama Andor Siregar.

Nama Joko sangat merdu terdengar disebut-sebut sebagai oknum yang “melindungi” puluhan bangunan milik bos Green Garder, H Hanafi. Walaupun saat ini pembangunan telah dihentikan sementara, bangunan itu masih tegak berdiri seakan menantang kaum penindak.

Tidak diketahui kapan bangunan itu diberikan SP, Segel, SPB dan rekomtek. Pejabat berkompeten yang dikonfirmasi Harian Fakta Pers dan faktapers.id tidak satupun berani buka suara terkait penindakan.

Warga mendesak kepada Sudin Citata Jakbar dan Kecamatan Kembangan untuk segera mengungkapkan ke publik terkait hal itu. Bila hal ini dibiarkan, maka akan makin terkuak bahwa Bos Green Garden dapat “mengatur” Citata Kembangan. Image negatif terhadap Citata Kembangan pun akan makin melekat.

Terkait itu, Polres Jakbar dan Kejaksaan Negeri Jakarta Barat dapat mengungkap adanya jaringan mafia pemasangan listrik ilegal dan untuk dugaan gratifikasi dilingkup Citata Kecamatan Kembangan.

Saat ini, sedikitnya ada 20 unit bangunan yang akan dibangun. Sebanyak 10 unit sudah selesai dibangun, dan 10 unit lagi masih proses pembangunan.

“Bangunan itu tidak mungkin berdiri tanpa ada upeti yang mengalir. Ada nama Joko disebut-sebut. Pihak Kejari Jakbar maupun Polres Jakbar melalui tim saber punglinya, bisa memulai pengungkapan dugaan itu dari Joko,” ujar Gintar Hasugian, Ketum DPP LSM Lapan kepada Harian Fakta Pers dan faktapers.id, Minggu (30/9).

Gintar menambahkan bahwa Joko merupakan bawahan dari Kasatlak Citata Kecamatan Kembangan, Andor Siregar. Keduanya diduga mengetahui hal ini, dan patut diduga keduanya telah menjadi penikmat upeti dari Bos Green Garden tersebut.

Pada edisi sebelumnya, Andor Siregar ketika dikonfirmasi juga tidak mau memberikan tanggapannya.

“Kalau pejabat itu tidak menerima upetinya, pasti dia akan komentar panjang bila dikonfirmasi. Tapi kalau diam, ada dugaan upeti itu mengalir juga ke kantongnya,” ungkap Gintar.

Gintar menambahkan, Joko selaku ASN Citata Kecamatan Kembangan diduga telah menerima gratifikasi dari Bos Green Garden, H Hanafi agar memanfaatkan jabatannya untuk mengamankan proyek kontrakan di Jalan Taman Kota (samping TPU Basmol) dari penindakan. Dugaan itu makin terbuka, karena proyek pembangunan kontrakan itu dibangun tanpa mengantongi IMB. red

Most Popular

Recent Comments