Jumat, Maret 5, 2021
Beranda Bank Dunia Pinjamkan Rp13,86 Triliun untuk Enam Proyek
Array

Bank Dunia Pinjamkan Rp13,86 Triliun untuk Enam Proyek

Jakarta, faktapers.id – Ada enam program pembangunan yang akan dibiayai dengan utang Bank Dunia tersebut.

Bank Dunia akan mengucurkan pinjaman bernilai US$ 924,6 juta atau setara Rp13,86 triliun untuk program pembangunan di Indonesia.

Berdasarkan sumber di Kementerian Keuangan, adapun yang mendapat pembiayaan, peningkatan pengelolaan limbah padat di kota-kota besar di Indonesia. Untuk program ini, Bank Dunia berkomitmen memberi pembiayaan sebesar US$100 miliar atau 52 persen dari total kebutuhan proyek senilai US$192 miliar.

Kementerian Keuangan ditunjuk pemerintah sebagai pihak peminjam. Sedangkan pelaksanaan program akan dilaksanakan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).
Program pengelolaan air limbah di perkotaan milik Kementerian PUPR, Bank Dunia akan memberi komitmen 100 persen senilai biaya yang dibutuhkan mencapai US$200 miliar.

Program peningkatan efisiensi dan efektivitas dalam belanja pendidikan. Bank Dunia memberikan komitmen 100 persen senilai US$300 miliar. Kerja sama ini diajukan oleh Kemenkeu dengan pelaksana Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).

Proyek Pembangunan Perkotaan Nasional (National Urban Development Project/NUDP) dengan komitmen 100 persen senilai US$49,6 miliar.

Juga Program Penguatan Kelembagaan untuk Peningkatan Layanan Desa yang dilaksanakan Kementerian PUPR.

Bank Dunia memberi komitmen sebesar US$350 juta atau 24,17 persen dari total kebutuhan biaya senilai US$1,44 miliar.

Sedangkan untuk program mitigasi risiko sumber daya alam berupa panas bumi atau geothermal dengan nilai komitmen sebesar US$225 juta atau 46,39 persen dari total kebutuhan US$485 juta.

Sebenarnya dikabarkan ada sembilan program yang diusulkan pemerintah mendapatkan pinjaman Bank Dunia. Tapi, sampai 30 September kemarin, Bank Dunia belum memberikan komitmen atas tiga program yang diajukan pemerintah.

Ketiga program tersebut, yaitu Program Peningkatan Kinerja dan Akuntabilitas Guru Sekolah di Perkotaan atau yang dikenal dengan sebutan KIAT Guru Perkotaan Percontohan. Program ini membutuhkan biaya mencapai US$1,2 juta.

Program Pembangunan Lanskap Berkelanjutan bagi Provinsi Jambi dengan kebutuhan biaya sebesar US$13,5 juta.
Seera Fasilitas Pengembangan Proyek untuk Sektor Keuangan Non Bank, Transportasi, Pengelolaan Limbah, dengan nilai mencapai US$300 miliar. fp01

Most Popular

Recent Comments