Kamis, Mei 6, 2021
BerandaDirektorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri Ungkap Kejahatan Transaksi Keuangan
Array

Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri Ungkap Kejahatan Transaksi Keuangan

Jakarta, faktapers.id – Unit III Subdit I Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri mengungkap aksi kejahatan pemalsuan email terkait dengan transaksi keuangan. Kasus itu terungkap berkat laporan kuasa hukum PT Prima Shipping and Marine Service, akibat kliennya dirugikan akibat mengirim transaksi keuangan kepada pelaku kejahatan.

Terungkap bahwa modus pelaku kejahatan ini yakni membuat email palsu dan melakukan komunikasi dengan korban.

Saat jumpa press, Jumat (5/10/2018) di Bareskrim, Jati Baru, Jakarta Pusat, dikatakan pihak Bareskrim Polri bahwa korban adalah pemilik kapal di Turki, yang meminta perbaikan kapal kepada PT Palumbo di Italia. Setelah ada penyelesaian perbaikan kapal, PT Palumbo seharusnya meminta pembayaran melalui invoice ke PT Prima, tetapi kenyataannya bahwa pelaku mengirimkan surel palsu dan menyampaikan kepada korban untuk mengalihkan pembayaran.

Seharusnya, pembayaran itu dilakukan di OCBC, pemiliknya adalah PT Palumbo yang berada di Italia. Namun karena ada permintaan pengalihan, maka korbanpun mengikuti arahan pelaku untuk melakukan pengalihan ke Bank Mandiri. Transaksi yang dilakukan kurang lebih adalah 325.000 euro atau Rp 5,169 miliar.

Terkait modus pelaku dan laporan korban, Unit III Subdit I Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri akhirnya berhasil mengamankan uang korban yang dikirimkan ke Bank Mandiri. Penyidik melalukan blokir dan dilakukan penyidikan dan penyelidikan.
Alhasil, penyidik berhasil mengamankan salah satu Warga Negara Asing (WNA) asal Nigeria berinisial PCN bersama istrinya, PY.

“Mereka berdua kita tangkap di rumah kontrakan di wilayah Jakarta Barat. Kemudian ada juga peran-peran pembantu, yaitu Warga Negara Indonesia, AK dan TH. AK kami amankan di rumah kontrakannya di wilayah Jakarta Barat, dan TH ditangkap saat berada di Bandara Soetta,” ungkap pihak Bareskrim Polri.

Dari tangan pelaku, penyidik berhasil menyita 1 unit Vivo warna hitam, laptop, kurang lebih 9 kartu ATM damri berbagai bank, enam buku rekening dan alat bukti lainnya. Untuk para pelaku ini kurang lebih sudah melakukan empat kali kejahatan. Salah satunya, pertama melakukan di Bank OCBC Singapura, itu sudah berhasil masuk kurang lebih 10 ribu dollar Singapura, kemudian yang kedua itu terjadi di wilayah Batam, Kepulauan Riau.

“Para pelaku ini kita kenakan pasal 378 KUHP berkaitan penipuan, kemudian kita kenakan juga pasal 82 dan 85 UU No 3 tahun 2011 tentang Transfer Dana. Dan tentunya karena berkaitan dengan keuangan kita pun terapkan UU Tindak Pidana Pencucian Uang,” ujar pihak Bareskrim Polri. inda siregar

- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments