Kamis, Maret 4, 2021
Beranda Empat Saksi Kasus Perizinan Meikarta di Panggil KPK
Array

Empat Saksi Kasus Perizinan Meikarta di Panggil KPK

Jakarta, Faktapers.id – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil empat saksi dalam penyidikan kasus suap terkait dengan pengurusan perizinan proyek pembangunan Meikarta.

“Hari ini dijadwalkan pemeriksaan terhadap empat orang saksi untuk tersangka BS dalam penyidikan kasus suap pengurusan perizinan proyek pembangunan Meikarta,” kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah.

Empat saksi itu adalah (1) Muhammad Said Kepala Bidang Penanaman Modal dan Perizinan Penanaman Modal pada Dinas Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Bekasi, (2) Eddy Iskandar Muda Nasution Asisten Perekonomian dan Pembangunan Pemprov Jawa Barat. (3) Zaki Zakaria Sekretaris Dinas PMPTSP dan (4) Undang yang merupakan sopir dari Kepala Dinas PMPTSP.

Dalam penyidikan kasus itu, KPK masih terus mendalami pengetahuan para saksi tentang proses perizinan dan syarat-syarat perizinan untuk mengeluarkan izin mendirikan bangunan (IMB) proyek Meikarta.

KPK juga telah menetapkan delapan tersangka lainnya dalam kasus suap Meikarta itu, yakni konsultan Lippo Group masing-masing Taryudi (T) dan Fitra Djaja Purnama (FDP), pegawai Lippo Group Henry Jasmen (HJ).

Kepala Dinas PUPR Kabupaten Bekasi Jamaludin (J), Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Pemkab Bekasi Sahat MBJ Nahor (SMN), dan Kepala Dinas Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Bekasi Dewi Tisnawati (DT), Bupati Bekasi nonaktif Neneng Hassanah Yasin (NNY), dan Kepala Bidang Tata Ruang Dinas PUPR Kabupaten Bekasi Neneng Rahmi (NR).

Diduga Bupati Bekasi dan kawan-kawan menerima hadiah dari pengusaha terkait pengurusan perizinan proyek pembangunan Meikarta.

KPK menduga realisasi pemberiaan sampai saat ini adalah sekitar Rp7 miliar melalui beberapa kepala dinas, yaitu pemberian pada bulan April, Mei, dan Juni 2018.fp01

Most Popular

Recent Comments