Rabu, Mei 12, 2021
BerandaGPEI Menolak Biaya Verifikasi Berat Kotor Peti Kemas
Array

GPEI Menolak Biaya Verifikasi Berat Kotor Peti Kemas

Jakarta, faktapers.id – Perusahaan eksportir yang tergabung dalam Gabungan Perusahaan Eksportir Indonesia (GPEI) menolak biaya kegiatan verifikasi berat kotor peti kemas atau verification gross mass (VGM). Pasalnya, VGM merupakan layanan dari terminal peti kemas di pelabuhan lantaran kegiatan itu bagian dari implementasi keselamatan.

“Ekspor seharusnya didorong oleh pemerintah dan diberikan stimulus khusus, bukan sebaliknya dibebani biaya-biaya yang tidak perlu termasuk soal VGM itu,” kata Subandi, Ketua Dewan Pembina GPEI, pada Forum Group Diskusi (FGD) bertema Implementasi Kelaikan dan Berat Kotor Terverifikasi Peti Kemas dalam Menunjang Keselamatan Pelayaran, Selasa (23/10/2018), di Jakarta.

Menurutnya, pemerintah punya komitmen dalam upaya menurunkan biaya logistik di dalam negeri. Namun, komitmen saja dinilainya tidak cukup tetapi mesti dibarengi dengan langkah strategis dan tepat.

Senada dengan Subandi, Ketua Umum GPEI Khairul Mahalli mengatakan bahwa pihaknya meminta kepada pemerintah agar Permenhub No. 53/2018 dapat ditinjau ulang kembali, dan tidak membebani biaya kepada eksportir.

“Seharusnya pemerintah dapat mengeluarkan kebijakan yang strategis, agar daya saing ekspor dapat meningkat. Bila terlalu banyak biaya, maka eksportir akan terbebani dan akhirnya ekspor menjadi turun.

Rencananya, Kementerian Perhubungan akan mengimplementasikan Permenhub No. 53/2018 tentang Kelaikan Kontainer dan Verifikasi Berat Kotor Peti Kemas pada Januari 2019. kls

- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments