Jumat, Maret 5, 2021
Beranda Irbanko Jakpus akan Evaluasi Bangunan Bermasalah
Array

Irbanko Jakpus akan Evaluasi Bangunan Bermasalah

Jakarta, faktapers.id – Pelaksanaan pembangunan rumah / gedung di Jakarta Pusat banyak yang tidak sesuai dengan ijin yang diberikan Pemko Jakpus. Dari maraknya jenis pelanggaran bangunan, dibutuhkan fungsi pengawasan terhadap pemilik dan bangunannya yang melanggar, dengan memberikan sanksi kepada pihak penertiban.
Seperti pembangunan gedung perkantoran di Jalan Pembangunan Dalam 3 Rt 14 /RW 01 yang sudah dilakukan tindakan penertiban pada bulan lalu, tapi sekarang sudah dibangun seperti sediakala tanpa merevisi izin baru dan struktur bangunan.

Seperti sudah diberitakan Harian Fakta Pers dan faktapers.id, keberadaan bangunan itu tidak diberikan sanksi tegas, seperti instansi terkait terkesan membiarkan pemilik membangun seperti sebelum dibongkar.

Ketika hal tersebut dikonfirmasi ke Irbanko Jakarta Pusat, melalui pejabat fungsional yang bertanggung jawab masalah bangunan, Timbul Pasaribu, mengatakan, bahwa bangunan tersebut sudah ditindak dengan dibongkar.

Timbul mengatakan bahwa bangunan tersebut telah ditindak dengan sanksi pembongkaran. Namun Timbul terlihat kaget ketika diberitahu bahwa bangunan telah dibangun kembali seperti sediakala.

Timbup pun mengatakan bahwa dirinya akan mempertanyakan hal itu kepada pihak terkait yang bertanggung jawab. Auditor Inbanko Jakpus tersebut juga tidak memgetahui mengapa hal itu bisa terjadi.

Timbul juga mengakui bahwa pihaknya tidak pernah mendapat pemberitahuan atau tembusan dari pihak Citata, terkait keberadaan bangunan yang bermasalah yang ada di Jakarta Pusat, terlebih yang telah mendapat segel dan direkomendasikan u/bongkar (rekomtek).

Yang terparah, terkait keberadaan bangunan yang berada di Jalan Kebon Kacarang 4 No. 9 RT 008/06 Kelurahan Kebon Kacang, kecamatan Tanah Abang, terlihat bahwa bangunan tersebut hanya mengantongi IMB Rumah Kos 3 lantai, namun dibangun melebihi IMB-nya.

Menurut mandor, bangunan itu telah disegel oleh pihak yang tidak mengenakan atribut Pemda DKI. Bahkan, ungkap Mandor, satu minggu sebelum disegel, pihak Citata telah melakukan pengukuran. Mandor makin bingung setelah beberapa minggu kemudian, atas arahan oknum Citata, agar segelnya diturunkan serta oknum itu meminta maaf ke pengurus bangunan tersebut.

Di lihat dari fisiknya, bangunan tersebut memang tidak sesuai dengan ijin yang diberikan. Lalu mengapa segelnya diminta diturunkan?

Walau demikian, Mandor mengaku bahwa segel itu tetap ditempelkan di dinding dan terlihat oleh umum.

Mendengar hal itu, Timbul Pasaribu makin, dan berjanji akan mengevaluasi bangunan tersebut dan bangunan bermasalah lainnya yang ada di Jakarta Pusat. jnt

Most Popular

Recent Comments