Senin, Maret 8, 2021
Beranda Kampung Bekelir dan Edukatif di Tangerang
Array

Kampung Bekelir dan Edukatif di Tangerang

Tangerang, faktapers.id – Kampung Bekelir telah bersolek menjadi destinasi cantik nan instagramable. Dulunya adalah kampung yang terletak di Kelurahan Babakan, Kota Tangerang, Banten ini, dulu merupakan tempat yang kumuh.

Saat berkunjung ke Kampung Bekelir dalam acara Sehari Bertani dari Crowde dan Kultara, di Kelurahan Babakan, Kota Tangerang, Minggu (30/9/2018).

Dari Jakarta ke Kampung Bekelir ditempuh sekitar kurang lebih sekitar satu jam. Sampai disana akan terlihat deretan rumah padat penduduk bercat bewarna-warni. Mulai dari dinding, pagar, hingga atapnya.

Kampung Bekelir ini terlihat bersih dan tak terlihat tumpukan sampah. Kampung Bekelir, telah bertransformasi menjadi kampung warna-warni. Bisa juga disebut kampung mural.

Abu Sofiyan sebagai Lurah Babakan, mengutarakan ada 300 rumah yang dicat warna-warni. Selain dicat, ada juga 1.220 gambar mural.

“Terdapat empat RT di sini, dalam satu RW terdiri dari 375 Kepala Keluarga dan 1.320 jiwa dengan luas Kampung Bekelir sekitar empat hingga delapan hektar,” terangnya.

Di seberang perumahan penduduk terdapat aliran Sungai Cisadane. Pada tepian sungai tersebut dibuat sebagai tempat wisata kuliner.

Dan di sepanjang tepian sungai, terdapat taman dan tenda-tenda para pedagang yang menyajikan ragam kuliner. Tetapi para pedagang baru mulai berjalan pada sore hingga malam hari.

“Di sini yang berdagang semua warga dari Kampung Bekelir. Bukanya mulai jam lima sore. Ada kuliner seperti kue pancong, sate maranggi, nasi ulam, kue dongkal, ayam bakar, soto, hingga angkringan,” ujar Sofiyan.

Mural disana dibuat oleh para seniman Indonesia yang berasal dari berbagai daerah. “Gambar mural di Kampung Bekelir ini mengangkat kearifan lokal. Memperlihatkan bahwa kampung ini multikultur dari beragam agama dan budaya,” sebutnya.
.
Para pengunjung pun bisa berfoto di depan mural ini. Tak hanya di tembok, gambar-gambar pun hadir di paving block jalanan kampung.

Hal lainnya di Kampung Bekelir rumah para warga diberdayakan untuk menanam tanaman secara akuaponik. Pot yang digunakan juga merupakan botol plastik yang sudah tidak terpakai.

Para pengunjung bisa ikut belajar untuk membuat pot dan menanam tanaman akuaponik ini. Beberapa tanaman yang ditanam warga di sana pun sudah mulai tumbuh. Antara lain selada, bayam, kangkung, pakcoy, dan masih banyak lagi.

Mulai November 2018 mendatang, di Kampung Bekelir terdapat bangunan flying deck yang bisa digunakan masyarakat atau pun wisatawan untuk sekadar bersantai sambil berfoto ria.

Tak hanya melihat kampung warna-warni, Anda bisa berfoto, berwisata kuliner, hingga mendapatkan edukasi soal menanam akuaponik. Bila hanya ingin duduk-duduk dan menikmati sajian kuliner di tepi sungai, maka Anda bisa datang di sore hingga malam hari. fp02

Most Popular

Recent Comments