Sabtu, Februari 27, 2021
Beranda Katanya Sudah Diangkut, Ternyata Galian Tanah Masih Bertumpuk
Array

Katanya Sudah Diangkut, Ternyata Galian Tanah Masih Bertumpuk

Jakarta, faktapers.id – Tumpukan galian tanah untuk pembuatan saluran udit di Jalan Citarum dan Jalan Tanah Abang 2 Ujung belum bersih dipindahkan. Padahal menurut Kepala Seksi Pembangunan dan Peningkatan Sistem Pengendali Banjir, Air Baku Air Bersih dan Air Limbah ketika dikonfirmasi ulang siang ini oleh Fakta Pers menyangkut pemberitaan hari jumat mengatakan bahwa pihak ketiga sudah membersihkan dengan mengangkutnya.

Akan tetapi sore ini, usai konfirmasi dengan kepala seksi, Fakta Pers kembali mensurvei ke lokasi, terlihat tanahnya masih belum ada tanda dibersihkan. Masih ada penumpukan tanah di Jalan Tanah Abang 2 Ujung depan Jalan Tulang Bawang masih belum diangkut, masih dibiarkan berserakan

Tumpukan galian tanah pembuatan saluran udit

Ketika diberitakan jumat lalu oleh Fakta Pers dikatakan tanahnya sebagian diangkat. Tetapi laporan pihak ketiga yaitu PT.Tri Putra Karya yang beralamat Jl.Kedoya Agave Raya Blok A1. Kelurahan Kedoya Selatan, Kecamatan Kebon Jeruk ke pihak Sudin SDA, bahwa sudah dirapihkan, ternyata tidak benar. Dimana tugas pengawasan yang dilakukan oleh sudin SDA Jakpus yang tidak mengawasi pelaksanaan pembangunan yang dikerjakan pihak ketiga ini.

Dari hasil investigasi di lapangan banyak pihak yang terganggu dengan lambatnya proses pengerjaan pihak ketiga ini, keluhan itu datang dari beberapa pihak perkantoran yang ada disepanjaang Jalan Citarun dan Tanah Abang 2 Ujung.

Dimana mereka terganggu masalah mobilitas operasional, karena dibongkarnya coran diatas saluran dan cukup lama pengerjaannya yang mengganggu tingkat mobilitas usaha mereka.

Namun pihak ketiga yang bertanggung jawab mengerjakannya tidak memikirkan kesitu. Sebab tidak ada pengawasan yang tegas dari pihak terkait, yaitu Sudin SDA Jakpus.

Seorang Pengamat Pembangunan Perkotaan Ir.Affanfi sangat prihatin dengan cara kerja seperti itu. “Janganlah didiamkan hal seperti ini, perlu ketegasan dari pihak penerima hasil kerja, yaitu Sudin SDA Jakpus untuk memberikan sanksi agar benar rapi dalam pekerjaan yang dilakukan,” tandasnya.

Sementar itu, Ir.Fajar Avisena sebagai penanggung jawab proyek mengatakan jangan mempercayai laporan lisan pihak ketiga. tetapi harus turin melihat langsung. jnt

Most Popular

Recent Comments