Kamis, Februari 25, 2021
Beranda KPK Ultimatum Sjamsul Nursalim
Array

KPK Ultimatum Sjamsul Nursalim

Jakarta, faktapers.id – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali membuka kasus dugaan korupsi Surat Keterangan Lunas Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (SKL BLBI). Banyak nama-nama tenar terseret dalam kasus itu, salah satunya Sjamsul Nursalim.

Terkait Sjamsul, KPK memberikan warning tegas agar yang bersangkutan beserta istrinya, Itjih Nursalim, agar koperatif menjelang diperiksa untuk pengembangan kasus BLBI, Senin (8/10) ini.

“Kami ingatkan, agar yang bersangkutan datang dan kooperatif,” ujar juru bicara KPK, Febri Diansyah.

Diakui Febri, bahwa KPK telah kesekian kalinya mengagendakan pemeriksaan terhadap Sjamsul, namun yang bersangkutan tidak pernah memenuhi satupun pemanggilan tersebut.

“Sampai saat ini, belum ada konfirmasi kedatangan atau tidak datang dari pihak Sjamsul Nursalim,” kata Febri.

Kasus BLBI ini diduga merugikan negara sekitar Rp4,58 triliun. Dengan skala kerugian sebesar itu, Febri berkata akan ada konsekuensi hukum yang signifikan untuk pihak-pihak terkait di kasus ini.

Febri mengatakan, agenda pemeriksaan Sjamsul dan Itjih ini merupakan pengembangan kasus BLBI setelah majelis hakim Pengadilan Tipikor menjatuhkan vonis mantan Kepala Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) Syafruddin Arsyad Tumenggung dengan hukuman 13 tahun penjara pada 24 September 2018.

Febri menegaskan bahwa KPK sejauh ini sudah meminta keterangan dari 25 orang yang terindikasi terlibat dalam kasus tersebut. Nama Sjamsul dan Itjih sebelumnya terus disebut dalam sidang peradilan.

Syafruddin dinilai terbukti memperkaya diri sendiri dan orang lain dengan menerbitkan SKL BLBI kepada PT Gajah Tunggal Tbk sekaligus pemegang saham Bank Dagang Nasional Indonesia (BDNI) Sjamsul Nursalim pada 2004.

Syafruddin dituntut karena melakukan korupsi bersama-sama dengan Dorodjatun, Sjamsul Nursalim, dan istrinya Itjih Nursalim. Adapun total kerugian negara akibat perlakuan Syafrufdin itu mencapai Rp4,58 triliun. fp01

Most Popular

Recent Comments