Kamis, Juni 17, 2021
BerandaTruk Molen Amblas di Papanggo
Array

Truk Molen Amblas di Papanggo

Jakarta, faktapers.id – Jalan yang baru dikerjakan di Jalan Papanggo 1, RT 02/01, Kelurahan Papanggo, Kecamatan Tanjung Priok, Jakarta Utara (Jakut), amblas setelah dilewati truk molen yang memuat adukan semen cor.

Dari pantauan Harian Fakta Pers dan faktapers.id di lapangan, truk molen tersebut belum berhasil diangkat, Kamis (4/10/2018). Akibatnya, masyarakat sekitar pun mengeluh karena aksesnya terganggu.

Selain akses jalan yang terganggu, masyarakat juga mengeluhkan sikap dari kontraktor yang mengerjakan proyek hanya berjanji akan bertanggung jawab tapi tidak ada realisasinya serta tidak tanggap akan situasi tersebut.

Salah seorang warga mengatakan, jalan tersebut amblas saat truk ingin melakukan pengecoran pada jam 23.00 wib malam, Selasa (2/10/2018), dan akhirnya truk tersebut ikut ambruk, dan belum dapat dipindahkan.

“Kami hanya ingin kontraktornya bertindak cepat karena situasinya berdampak langsung kepada masyarakat. Kontraktor bilang akan tanggung jawab, tapi mana? Seperti apa tanggung jawabnya? Apa truknya harus terbalik dulu dan menunggu ada korban baru kontraktornya bergerak? Penghuni rumah juga tidak berani tidur Pak, takut tiba-tiba malah terbalik,” tutur Ruji (50), salah seorang warga.

Menurut Ruji, terhadap warga pun, kontraktor tidak pernah ada koordinasi ataupun sosialisasi. Senada dengan Ruji, Ketua RT 012/01 Yudianto (43) yang didampingi rekannya Alex Sudarsono mengakui apa yang disampaikan oleh warganya tersebut.

“Waktu memulai pekerjaan tidak ada pemberitahuan kepada saya selaku RT, sosialisasi terkait pelaksanaan, perencanaan dan teknis pekerjaannya pun saya tidak tahu,” ungkap Yudianto.

Seorang warga lagi yang enggan disebutkan namanya mengaku saat pengerjaan proyek, masyarakat banyak mengeluh karena pemasangan U-ditch pada saluran telah menutup saluran air pembuangan dari rumah warga.

“Banyak yang mengeluh Pak, ada juga salurannya dibuka dengan melobangi U-ditchnya, tapi itu kalau dikontrol saja. Asal saja dikerjain. Mungkin juga itu jalannya tidak dipadatkan dulu sehingga jalannya amblas,” ungkap warga tersebut.

Dari informasi yang dihimpun, proyek peningkatan jalan betonisasi di Kecamatan Tanjung Priok dikerjakan oleh PT Nikita dengan anggaran Rp 19 M. Pihak PT Nikita sendiri tidak berhasil ditemui untuk mengklarifikasi insiden tersebut.

Sementara itu, Staf Seksi Jalan dan Jembatan Sudin Binamarga Sulaiman saat dikonfirmasi terkait hal itu mengatakan bahwa pihaknya sudah menyuruh si kontraktor agar segera menyelesaikan masalah tersebut.

“Sudah kami suruh, Pak, agar truknya ditarik secepatnya. Dari kemarin sudah kami uber-uber terus, jawabnya selalu di jalan. Pokoknya kita sudah suruh cepat biar pekerjaan cepat selesai,” pungkas Sulaiman.

Selain di Jalan Papanggo 1, pengerjaan proyek peningkatan jalan di Jalan Swasembada Barat IV juga perlu dikoreksi karena bermasalah.

Seorang warganya mengeluh karena pipa saluran air pembuangan dari rumahnya ditutup oleh yang mengerjakan proyek. Selain itu, jalan yang baru selesai dikerjakan pada minggu lalu itu sudah rusak. Ada 6 titik yang mengalami keretakan hingga patah.

Terkait hal itu, Sulaiman juga mengatakan bahwa pihaknya sudah mencoba menghubungi RW setempat untuk mennayakan perihal tersebut namun belum berhasil. Rencananya badan jalan yang retak tersebut akan ditambal dengan dengan mengisi yang retak menggunakan semen khusus (silen). kls

- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments