oleh

Yusuf Martak: Semoga yang Membakar Bendera diberi Hidayah

Jakarta, Faktapers.id – Massa mulai berorasi di depan Kemenko Polhukam, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat. Massa menuntut aparat kepolisian mengusut tuntas kasus pembakaran bendera berkalimat tauhid di Garut, Jawa Barat.

Pantauan Faktapers.id, Ketua GNPF Ulama Yusuf Martak menaiki mobil komando di depan Kantor Kemenko Polhukam.

Dia menyesalkan aksi pembakaran bendera berkalimat tauhid pada Hari Santri Nasional di Garut.

Para massa yang hadir membawa spanduk bertuliskan ‘Ayo Bubarkan Ansor dan Banser NU!’. Mereka menuntut agar pemerintah juga membubarkan ormas tersebut.

“Hari santri nasional dinodai dengan perbuatan yang tidak terpuji. Apakah puas dengan membakar kalimat tauhid dengan bersenang senang? Apakah itu tujuannya dan apakah itu seorang muslim? orang yang beragama lain pun tidak akan membakar bendera dari agama tertentu,” kata Yusuf dalam orasinya.

“Tapi ini sesuatu yang sangat mengherankan, arogansi yang sangat tinggi, menunjukkan bahwa mereka adalah kuat dan besar karena di belakang mereka ada pihak-pihak yang memback up,” lanjutnya.

Ia juga menuntut pemerintah menyelesaikan dan mengusut tuntas kasus pembakaran bendera jika tidak mau dianggap anti-Islam. Dia memprotes pihak yang membakar bendera dibebaskan tetapi yang membawa bendera diproses hukum.

Yusuf menilai bendera yang dibakar bukan merupakan bendera ormas karena tak ada tulisan atau logo ormasnya. Oleh karena itu, dia meminta agar polisi mengusut kasus itu secara adil.

“Apakah aparat dan pemerintah tidak tahu bahwa pembakaran itu sudah disaksikan sejuta umat melalui media sosial? tidak ada satu pun logo ormas, tapi bendera itu dibakar dengan senang hati dan gembira membakar kalimat Allah. Tunggu balasannya ya Allah kepada mereka yang membakar bendera dan berilah hidayah kepada rombongan teman-teman mereka yang masih mempunyai tingkat kesadaran yang tinggi,” imbuhnya.

Sebelumnya, polisi menyatakan bendera bertulisan kalimat tauhid yang dibakar itu adalah bendera HTI yang telah dinyatakan terlarang oleh pemerintah. Polisi telah mengamankan pembawa bendera yang diduga menjadi penyusup di Hari Santri Nasional yang diadakan di Garut, Jawa Barat.fp01

Komentar

News Feed