Senin, Maret 8, 2021
Beranda Bulog Kediri Prediksi Panen 2019 Akan Mundur
Array

Bulog Kediri Prediksi Panen 2019 Akan Mundur

Kediri, Faktapers.id – Badan Urusan Logistik (Bulog) Subdivre Kediri, Jawa Timur, memprediksi musim panen padi tahun 2019 akan mundur ke April 2019 karena terjadi kemarau panjang.

“Karena kemarau panjang, kemungkinan tanam pada Januari atau Februari, jadi diprediksi nanti April baru panen raya. Untuk saat ini panen sudah habis. Hingga Desember tidak ada,” kata Kepala Bulog Subdivre Kediri Saidi di Kediri, Rabu (28/11).

Ia mengatakan, Bulog terus berupaya melakukan pembelian beras petani untuk stok, namun harga yang diberikan terlalu tinggi di atas harga pembelian pemerintah (HPP).

Bulog kini lebih mengandalkan stok yang sudah tersedia di gudang untuk berbagai kebutuhan.

Pihaknya juga mengungkapkan hingga kini belum ada keputusan untuk perubahan HPP, sehingga untuk proses pembelian juga masih menunggu adanya kesepakatan antara mitra dengan penjual. Hingga kini bulog juga hanya mengadalkan untuk beras cadangan guna keperluannya.

“Saat ini di Kediri, Nganjuk tidak ada panen. Banyak yang tanam jagung, jadi pengadaan belum cocok di harga. Kini harga sudah di atas HPP dan itu menjadi kendala,” kata dia.

Sementara itu untuk realisasi penyerapan beras pada 2018 oleh Bulog Kediri, Saidi menyebut kini sudah mencapai 29 ribu ton dari target 36 ribu ton beras.

Sedangkan hingga kini, stok di gudang Bulog sekitar 10 ribu ton beras yang dimanfaatkan untuk berbagai macam kebutuhan seperti operasi pasar, cadangan beras pemerintah hingga program rastrada.

Operasi pasar dilakukan Bulog di sejumlah pasar setiap hari dengan beras sekitar 2-3 ribu ton atau berdasarkan kebutuhan.

“Stok itu mencukupi hingga akhir tahun. Jadi, sekarang stok ada sekitar 10 ribu ton, itu beras lokal untuk operasi pasar, rastrada. Kalau operasi pasar banyak melibatkan mitra-mitra toko. Kami tetap lakukan operasi pasar antisipasi kenaikan harga,” kata Saidi.

Terkait dengan pengiriman beras ke luar daerah, Saidi menambahkan Bulog Kediri juga mendapatkan amanat untuk pengiriman ke luar, karena pasokan yang dinilai surplus. Beberapa daerah itu misalnya ke Sumatera, Bali, Palembang, Madura, hingga Jambi.

“Bulog ini sistemnya nasional, jadi daerah yang surplus kirim ke luar. Di sini cukup, jadi tahun ini kami kirim ke Bali 1 ribu ton, ada juga Palembang, Madura 1 ribu ton, Jambi baru saja,” kata dia.

Mengenai rencana tahun depan, ia juga belum mengetahui apakah akan kembali mengirimkan stok beras hingga luar pulau. Selain melihat pasokan, Bulog juga melihat kebijakan pusat.fp01

Most Popular

Recent Comments