Jumat, Maret 5, 2021
Beranda DKI Siap Sambut Musim Hujan
Array

DKI Siap Sambut Musim Hujan

Jakarta, faktapers.id – Untuk mengatasi ancaman banjir di Jakarta, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan telah menyiagakan 450 pompa air, yang akan disiagakan di titik-titik yang rawan banjir.

“Ada lebih dari 450 pompa, dan dari laporan yang sudah diterima, semua (pompa) dalam kondisi siap untuk bekerja dengan baik,” ujar Anies, di Balai Kota Jakarta.

Disebutkan Anies, data Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI, saat ini ada lebih dari 30 titik rawan banjir yang dimonitor secara intensif.

“Kita ini ada titik-titik yang sudah sering kena banjir, tapi tidak ada antisipasi rekayasa lalu lintas. Akibatnya dampak dirasakan oleh masyarakat banyak,” tuturnya.

Tetapi Anies tak merinci dimana saja titik rawan banjir yang ia maksud.
Selain itu, lanjut Anies, Pemprov DKI akan mempercepat pembangunan drainase serta melakukan pengerukan sungai dalam rangka antisipasi banjir. Pihaknya juga akan melakukan rekayasa lalu lintas di tempat-tempat rawan banjir.

Pemprov DKI, sambung Anies juga akan melakukan sosialiasi di tempat-tempat yang berpotensi banjir. Tak hanya itu, Pemprov DKI juga akan melakukan simulasi tanggap darurat dalam rangka meningkatkan kesiapsiagaan warga menghadapi banjir.

“Mulai dari simulasi rekayasa lalu lintas sampai simulasi evakuasi dini bagi warga yang tinggal di tempat-tempat yang rawan banjir,” sebut Gubernur Anies.

Di sisi lain, Anies menuturkan jika Pemprov DKI juga memastikan soal kesiapan logistik, seperti air bersih dan sanitasi di wilayah yang berpotensi banjir.

Hal lainnya Anies menjanjikan program drainase vertikal akan direaliasikan pada akhir bulan November ini.

Drainase vertikal tersebut merupakan salah satu janji kampanye Anies pada warga Jakarta pada kampanye Pilkada DKI 2017 silam.

Anies menjelaskan drainase vertikal tersebut dibuat wilayah pemukiman padat penduduk.

“Tidak dilakukan di tempat-tempat yang memang tanahnya sudah tidak bisa lagi menyerap air. Di tempat yang tanah sudah tidak bisa lagi menyerap air, yang dilakukan adalah pemompaan,” ujarnya.

Anies menjanjikan akan memberikan intensif khusus bagi warga atau perusahaan yang membuat drainase vertikal secara mandiri.

Anies menyampaikan selama ini banyak keluhan dari pihak Jakarta Smart City terkait verifikasi informasi banjir. Pasalnya, mereka harus melakukan verifikasi ulang atas laporan tersebut.

Ia juga menilai proses verifikasi tersebut memperlambat tindak lanjut Pemprov DKI atas laporan tersebut. Ke depannya, sambung Anies, Pemprov DKI tak akan lagi menerima laporan soal banjir tanpa ada proses verifikasi terlebih dulu.

Untuk melakukan pemantau banjir, Anies merekrut 1.400 relawan untuk memberikan laporan-laporan soal banjir Jakarta. Relawan yang sudah diseleksi dan diverifikasi oleh Biro Tata Pemerintahan DKI Jakarta untuk melaporkan kejadian banjir di wilayah Jakarta.

Relawan tersebut terdiri dari ketua RT, ketua RW, lembaga musyawarah kelurahan (LMK), serta forum kewaspadaan dini masyarakat (FKDM).

Anies menyebutkan 1.400 relawan itu memiliki pengetahuan soal cara menyampaikan laporan titik banjir dengan akurat.

SDA Jakbar
Di musim penghujan ini, Sudin SDA Jakarta Barat pun melakukan pengurasan saluran setiap harinya.
Kasudin SDA Jakbar, Imron, Selasa (13/11), menjelaskan kepada Harian Fakta Pers dan faktapers.id bahwa 900 pasukan biru yang tersebar di delapan kecamatan, tiada henti melakukan pengurasan lumpur di saluran-saluran penghubung (phb) hingga saluran tepi jalan dan saluran lingkungan.

Bahkan, ujar Imron, Sudin SDA juga melakukan pengurukan Kali Pesanggrahan segmen wilayah RW 05 Kedoya Selatan, saluran phb Peternakan dengan menggunakan tiga alat berat amphibi dan excavator.

Dikerahkannya tiga alat berat tersebut agar lumpur-lumpur yang mengendap dapat dikeruk dan saluran tersebut dapat menampung curah air lebih besar, sehingga tidak terjadi genangan di jalan maupun pemukiman warga.

Kemudian, Imron menjelaskan, sudin sda Jakbar juga menyiagakan 35 rumah pompa yang di dalamnya terdapat 100 pompa stationer yang tersebar di delapan wilayah kecamatan.

“Seluruh pompa-pompa itu dalam kondisi baik. Kami juga menyiapkan 24 pompa mobil dan trailer yang siap dimobilisasi ke lokasi terjadi genangan,” ungkapnya.

Masyarakat juga mengapresiasi kinerja Sudin SDA Jakbar karena tanggap terhadap setiap laporan masyarakat. Hasilnya, Sudin SDA Jakbar juga melakukan normalisasi saluran di 42 lokasi hasil permintaan masyarakat melalui musrenbang maupun yang langsung ditujukan melalui surat permohonan kepada Suku Dinas Sumber Daya Air Jakbar.

“Dari 42 titik itu, ada yang sudah dilakukan dan ada pula yang masih pelaksanaan normalisasi saluran,” ujarnya.

Walaupun pihaknya sudah melaksanakan itu, bukan berarti tidak ada kendala di lapangan. Menurut Imron, di sekitar lokasi kali sekertaris, kali pesanggrahan, Kali semongol, Kali angke, dan Kali semanan yang belum di normalisasi sesuai trace akibat ada permasalahan proses pembebasan lahan yang perlu kehati-hatian.

Kemudian, bilapun terjadi peningkatan debit air yang besar di hulu, umumnya akibat rob air laut dan intensitas curah hujan tinggi yang terjadi bersamaan, sehingga air yang akan menuju ke laut tertahan. fp01

Most Popular

Recent Comments