Sabtu, Maret 6, 2021
Beranda Drama Kolosal Surabaya Membara Berujung Duka
Array

Drama Kolosal Surabaya Membara Berujung Duka

Surabaya, Faktapers.id – Pertunjukan drama kolosal Surabaya Membara diwarnai duka. Sebanyak 3 Penonton tewas dan belasan luka akibat terjatuh dari jembatan viaduk setinggi sekitar 5 meter.

Saat insiden terjadi, puluhan penonton nahas itu berencana melihat jalannya pertunjukan drama kolosal memperingati Hari Pahlawan yang digelar di Jalan Pahlawan, depan kantor Gubernur Jatim, Jumat (9/11/18) malam.

Sayangnya, bukan hiburan yang didapat, melainkan duka. Mereka terjatuh dari jembatan setinggi sekitar 5 meter saat sebuah kereta dari Stasiun Gubeng menuju Stasiun Pasar Turi melintas di jembatan viaduk peninggalan zaman Belanda.

Kapolrestabes Surabaya Kombes Rudi Setiawan mengatakan kejadian ini berlangsung saat ada kereta yang melintas ke arah barat. Saat itu memang ada penonton yang menyaksikan drama kolosal ini dari atas viaduk (jembatan-atas kereta).

“Ada orang yang melihat di jalur kereta api, kemudian di jalur kereta ada kereta mau ke barat, melintas,” ujar Rudi di lokasi kejadian di Jalan Pahlawan, Surabaya, Jumat (9/11/18).

Saat kereta lewat, penonton di atas viaduk terlihat tak bisa diam. Sebagian ada yang hampir terjatuh akibat saling dorong. Entah karena dorongan yang terlalu kuat atau bagaimana, tiba-tiba saja sejumlah penonton langsung jatuh.

Petugas pun langsung merespon cepat. Saat kejadian, memang ada dua ambulans yang berjaga. Ambulans tersebut langsung membawa para korban ke tiga rumah sakit berbeda, ada yang ke RSU Dr Soetomo, RS PHC Perak, hingga RSUD dr Soewandhi.

Kanit Laka Polrestabes Surabaya AKP Antara mengatakan total ada tiga orang tewas. Antara mengatakan satu korban tewas, yakni laki-laki berada di RSUD dr Soewandhi. Sedangkan dua korban tewas lainnya, masing-masing seorang perempuan dan laki-laki saat ini berada di RSU dr Soetomo.

“Ada tiga korban tewas. Satu korban tewas di atas viaduk akibat tertabrak kereta. Sementara dua korban tewas lainnya akibat jatuh dari viaduk,” ujar Antara.

Hingga kini, data dua korban laki-laki belum masih diketahui. Sementara seorang korban perempuan yang tewas bernama Erikawati (9), merupakan siswi sekolah dasar. Erikawati kini masih duduk di bangku kelas III.

“Pelajar SD Dharma Siswa kelas III,” imbuh Antara.

Kejadian nahas ini berlangsung saat kereta sedang melaju. Menanggapi hal ini, Humas KAI Daop 8 Surabaya Gatut Sutiyatmoko mengatakan jalur kereta tersebut memang masih aktif digunakan. Gatut menambahkan kereta api sudah menjalani prosedur yang ditetapkan, seperti membunyikan bel atau seruling lokomotif.

Saat itu kecepatan kereta hanya 15 kilometer/jam, padahal kecepatan kereta normalnya jika melintasi viaduk mencapai 30 kilometer/jam.

“Kereta api sudah membunyikan semboyan 35 atau seruling lokomotif, dan sudah berupaya mengurangi kecepatan sampai lebih-kurang 15 km per jam, padahal kecepatan normal di jalur itu 30 km per jam,” ujar Gatut.fp01

Most Popular

Recent Comments