Sabtu, Februari 27, 2021
Beranda Fahri Hamzah: Masa Depan Parlemen Harus Jadikan Kebebasan Pers
Array

Fahri Hamzah: Masa Depan Parlemen Harus Jadikan Kebebasan Pers

Bogor, faktapers.id Masa depan Senayan (Parlemen), harus menjadi silicon vally dari kebebasan pers. Demikian Wakil Ketua DPR RI Bidang Koordinasi Kesejahteraan Rakyat (Korkesra), Fahri Hamzah.

“Makanya, Senayan itu tempat lahirnya Dewan Pers, tempat lahirnya institusi pers, juga tempat lahirnya inovasi-inovasi dalam pers. Dan saya juga minta di teman-teman itu ada divisi teknologi pers. Tolong ini diperhatikan,” ujar Fahri dalam pidatonya saat membuka acara “Silaturahmi DPR RI Dengan Koorinatoriat Wartawan Parlemen Dalam Rangka Mewujudkan Parlemen Modern di Cisarua, Bogor, Jumat (23/11).
Pada acara yang berlangsung 23-25 November 2018 ini, selain dihadiri ratusan wartawan sebagai peserta, juga dihadiri Anggota BURT DPR dari F-PDI Perjuangan Rendy Lamajido, Sekjen DPR Iskandar, Deputi Persidangan DPR Damayanti, Kepala Biro Pemberitaan Parlemen DPR YOI Tahapari serta jajarannya.
Di kesempatan itu, Fahri pun mengungkapkan, kalau dirinya adalah orang yang anti media mainstream.

“Sekarang ini kita tengah menghadapi sosial media (sosmed). Sosmed jangan dilawan dengan konglomerasi pers, tapi dilawan dengan agar setiap orang itu menjadi insan dari institusi pers yang membangun kekuatan dengan sungguh-sungguh detail dan murah, serta bertanggungjawab dengan komit dengan jurnalistik, dapat teridentifimasi agar ada ketertiban,” tandasnya.

“Terima kasih kepada pengurus wartawan Parlemen yang telah melakukan penertibkan anggotanya. Dan inilah bedanya nanti dan teman-teman akan punya nama. Karena di luar sana, ada teknologi yang membolehkan hoaks dan berita bohong,” sambung politisi PKS dari daerah pemilihan Nusa Tenggara Barat (NTB) itu.
Tak hanya itu, Fahri juga mengungkapkan, karena parlemen Indonesia tidak punya hak untuk memanggil Mark Zuckerberg, pemilik facebook, sehingga tidak bisa protes saja.

“Kemarin dia (Mark Zuckerberg) dipanggil Kongres Amerika, nangis-nangis minta maaf karena dirinya mengaku waktu membuat teknologi FB, tidak menyangka kalau teknologi yang dibuatnya, dipakai orang yang menyebarkan kebencian dan berita bohong,” bebernya.

“Dia (Mark Zuckerberg) minta maaf kepada Kongres dan rakyat Amerika. Padahal, kita juga korban dari hoaks dan berita bohong. Tadi saya melihat di televisi, presiden kita masih pidato soal fitnah yang diarahkan kepada dirinya. Malah saking kesalnya pak Jokowi bilang “saya tabok nanti” yang memfitnahnya. Presiden kita jadi korban loh,” kata Fahri lagi.
Di kesempatan itu, ia mengutarakan penilaian positifnya terhadap wartawan Parlemen yang mau mengorganisir dan mendisiplinkan diri sebagai sumber yang bertanggungjawab, dan ini sudah dimulai. Makanya Fahri berharap wartawan Parlemen ini menjadi dari champion silicon valley-nya dan tidak saja jurnalis, tetapi juga pengusaha enternainment journalist yang punya merk dan kredibilitas.
“Mengapa? Karena salah satu pressroom yang ada tempat berdiskusi ada di Parlemen, dan malah agak liberal, kan? Dan imajinasi saya, dan tolong nanti pak Sekjen, agar pengurus baru saya minta tolong adalah satu armada dari pengurus intinya itu kita kirim untuk melawat beberapa forum-forum pers, pressroom yang hebat-hebat dan terkenal di dunia. Serius ini,” tambah Fahri. oss

Most Popular

Recent Comments