Kamis, Maret 4, 2021
Beranda Gila! SIM C Rp 750 Ribu
Array

Gila! SIM C Rp 750 Ribu

Jakarta, faktapers.id – Satpas SIM selaku Satuan Kerja dibawah Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya masih menjalankan praktik pungutan liar (pungli) kepada masyarakat melalui calo Biro Jasa (BJ) maupun perorangan. Karena itu tidaklah heran bila Kantor Satpas SIM Polda Metro Jaya ramai oleh calo yang berkeliaran.

Fakta itu terlihat saat Harian Fakta Pers dan faktapers.id melakukan investigasi di kantor pelayanan publik milik Ditlantas Polda Metro Jaya. Untuk masuk ke gedung utama Satpas SIM, pemohon harus membawa berkas hasil test kesehatan.

Bila tidak memegang berkas, petugas jaga akan melarang siapapun yang masuk ke gedung utama itu. Ada apa? Bukankah Satpas SIM adalah kantor pelayanan publik? Apa yang disembunyikan di gedung Satpas SIM sehingga polisi terlihat tertutup melayani masyarakat?

Investigasi tersebut akhirnya mendapat jawaban. Bahwa di dalam Satpas SIM, terlihat banyak calo perorangan maupun BJ yang berkeliaran mendampingi pemohon SIM. Bahkan, salah satu calonya menghampiri tim investigasi untuk menawarkan jasanya.

“SIM C Rp 750 ribu pasti lulus, mbak. Kalau tidak ada pendamping (calo), pasti gagal, Mbak,” ujar Iw, salah satu calo yang bernaung di Biro Jasa.

Tim Investigasipun terkejut mendengar harga yang ditawarkan tersebut. Lalu berapa harga SIM A, B dan SIM Umum? bila harga SIM C Rp 750 ribu, maka harga SIM A, B dan Umum bisa mencapai jutaan rupiah. Harga yang ditawarkan tersebut jelas sangat mencekik leher masyarakat pemohon SIM.

Pertanyaan utamanya, kemana uang pungli tersebut? Bila dalam satu hari pemohon SIM mencapai 500 pemohon, berapa puluh juta rupiah hasil pungli yang masuk ke Satpas SIM? apakah transparansi Polri yang dibanggakan Kapolri akan menjawab hal itu?

Berbeda dialami pria perantau asal Medan, Peter Salim Sihotang, harus gagal dua kali mengikuti ujian praktek SIM C. Kegagalan Salim itu akibat diduga yang bersangkutan mengurus administrasinya tanpa melalui calo maupun BJ.

Dalam berkas SIM pria keturunan batak ini, tidak terlihat kode-kode dari calo atau biro jasa, maka tak heran bila Peter gagal. Sebaliknya, bila ada pemohon SIM yang lolos uji teori dan praktek kendaraan bermotor, maka dipastikan bahwa di berkas pemohon tersebut ada tertulis kode-kode tertentu dari calo maupun biro jasa.

Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusuf diharapkan dapat mengevaluasi kinerja para petinggi Satpas SIM Ditlantas Polda Metro Jaya yang dianggap tidak menjalankan UU No 2 Tahun 2002 Tentang Polri dan Peraturan Pemerintah Nomor 60 tahun 2016, karena diduga telah melegalkan praktik pungli di Satpas SIM Polda Metro Jaya. inda siregar

Most Popular

Recent Comments