Sabtu, Februari 27, 2021
Beranda Gugurnya Jendral Wallaby Tinggalkan Saksi Bisu
Array

Gugurnya Jendral Wallaby Tinggalkan Saksi Bisu

Surabaya, Faktapers.id – Selasa, 30 Oktober 1945, situasi Surabaya semakin memanas. Di dalam gedung Internatio, kubu dari pasukan Inggris telah terkepung oleh ratusan pejuang republiken dan arek-arek Suroboyo.

Pimpinan Inggris saat itu Brigjen AWS Mallaby dan pimpinan dari Indonesia yang diwakili Dul Arnowo sedang berunding mengenai gencatan senjata dan pemindahan pasukan Gurkha Inggris ke Perak. Maklum, pasukan Gurkha terus berbuat ulah dengan menembaki orang-orang lewat yang dianggap republiken.

Meskipun sudah diperintahkan keluar dan pindah dengan jaminan, tampaknya pasukan Gurkha enggan meninggalkan gedung Internatio di pinggir Kalimas tersebut. Suara saling tembak yang sempat terhenti beberapa saat, pecah lagi yang diawali dari Pasukan Gurkha.

Peluru pertama Gurkha meletus yang kemudian disahut peluru kedua dan seterusnya dari pejuang. Kontak senjata antara pasukan Inggris dan pemuda Suroboyo tidak bisa dihindakan. Sekonyong-konyong dua kubu langsung saling berlindung dari terkaman peluru.

Tapi celaka, Komandan Brigade ke-49 Allied Forces In the Netherlands East Indie (AFNEI) Jawa Timur Brigjen AWS Mallaby berada di dalam mobil. Saat hendak meninggalkan gedung internatio dan melewati jembatan merah Ia terjebak di tengah-tengah baku tembak. Ia dinyatakan vermist atau hilang. Sesaat kemudian, ia telah ditemukan tewas tertembak.

Tewasnya Brigjen AWS Mallaby mendapat respon keras oleh atasannya Divisi ke-5 Jawa Timur Jenderal EC Mansergh. Hal inilah yang kemudian membuka jalan lebar menuju pertempuan yang lebih besar yakni 10 November 1945.

Pendiri komunitas Roodebrug Soerabaia Ady Setyawan (35) mengatakan, gedung internatio merupakan salah satu monumen saksi bisu menjelang dan saat berlangsungnya pertempuran 10 November.

“Gedung Internatio ini dulu menjadi salah satu markas tentara Inggris dan tentara Sekutu dalam menghadapi perlawanan dari pejuang di Surabaya,” kata Ady

Dalam kronologi waktu pertempuran 10 November 1945, insiden di gedung Internatio merupakan salah satu rangkaian dari rentetan revolusi di Surabaya. Karena dari insiden Internatio yang menewaskan Mallaby, kemudian lahir ultimatum dari EC Mansergh pada tanggal 9 November 1945.

“Ultimatum Mansergh ini mengancam jika rakyat Surabaya tidak menyerah esok harinya maka akan diserang dari darat, udara, dan laut oleh sekitar 24 ribu pasukan Inggris,” terang Ady.

Namun yang diketahui selanjutnya, arek-arek Suroboyo tak menyerah. Mereka mengabaikan ultimatum itu. Tak ada senjata yang diserahkan dan dilucuti. Arek-arek Suroboyo dengan gagah berani berjuang melawan dan menghadapi serangan pasukan sekutu yang dipimpin Inggris.fp01

Most Popular

Recent Comments