Selasa, Maret 2, 2021
Beranda Guru Honorer Berpaling dari Jokowi
Array

Guru Honorer Berpaling dari Jokowi

Jakarta, Faktapers.id – Jelang Pilpres 2019 sepatutnya Presiden Jokowi menggalang suara agar dapat menjabat dua periode. Salah satunya adalah suara dari guru.

Saat ini, momen demo guru di Istana Negara bisa menjadi langkah baik Jokowi menuju kursi RI 1. Sayangnya hal itu justru tidak diperhatikan Jokowi. Guru yang berdemo saat itupun berkeluh akan berpaling dari inkumben.

Padahal, para guru honorer yang datang dari berbagai daerah rela bermalam di depan Istana demi menunggu kepastian nasib mereka dari Jokowi.

Ketua Forum Honorer K2 Indonesia (FHK2I) Titi Purwaningsih mengatakan, aksi unjuk rasa itu sudah dilakukan sejak Selasa (30/10/18).

Ia mengklaim guru honorer yang ikut aksi mencapai 70.000 orang dari 34 provinsi.

Karena tak ada tanggapan Jokowi atau pihak Istana, akhirnya massa pun bermalam di jalanan sekitar Istana.

“Kami rela tidur di depan Istana, bayar sewa bus jadi lebih mahal hanya karena ingin mendapat jawaban atas janji Jokowi,” kata Titi.

Setelah bermalam di sebrang Istana, pagi harinya, aksi kembali dilanjutkan. Sampai akhirnya, perwakilan massa diterima oleh perwakilan Deputi IV Kantor Staf Kepresidenan (KSP) pada Rabu sore.

Permintaan agar para guru honorer bisa bertemu langsung dengan Presiden Jokowi atau menteri terkait juga ditolak mentah-mentah oleh KSP.

“Kita menolak untuk melanjutkan mediasi dengan mereka karena percuma, tidak akan ada solusi. Mereka pun tidak tahu bagaimana cara mempertemukan kita dengan Presiden,” kata Titi.

Pada Rabu sore, para guru honorer terpaksa membubarkan aksi tanpa membawa hasil.

“Kami langsung ambil sikap untuk pulang karena kami tidak tega dengan teman-teman,” kata dia.

Tagih Janji Titi mengatakan, pada dasarnya para guru honorer hanya menagih janji manis yang pernah disampaikan Jokowi.

Ia menceritakan, pada Juli lalu pernah bertemu Jokowi dalam acara Asosiasi Pemerintah Daerah.

Saat itu ia mengeluhkan soal nasib guru honorer yang sudah berpuluh tahun mengabdi namun tak kunjung diangkat menjadi pegawai negeri sipil.

Menurut dia, saat itu Jokowi berjanji akan menyelesaikan masalah yang dihadapi guru honorer tapi semua hanya omong kosong.

“Katanya ‘Iya, akan diselesaikan’. Kalau tidak ada janji, kami enggak akan nagih. Kalau dari awal bilang tidak bisa, kan lebih enak,” kata Titi.

“Nyatanya, kebijakan pemerintah saat ini tak sesuai dengan janji manis Jokowi,”lanjutnya

Sebab, pemerintah hanya membuka kesempatan guru honorer yang bisa mengikuti tes CPNS adalah yang berusia dibawah 35 tahun.

Padahal, banyak guru honorer yang sudah berusia di atas itu.

Ia juga kecewa Jokowi justru terkesan menghindari para guru honorer yang sudah datang ke Istana untuk menagih janji.

Saat para guru honorer bermalam di sebrang Istana, Jokowi justru memilih blusukan ke pasar di wilayah Bogor.

“Kami diabaikan. Senangnya blusukan saja itu presiden entah ke mana. Tapi kami tidak diperhatikan,” kata Titi.fp01

Most Popular

Recent Comments