Sabtu, Februari 27, 2021
Beranda Kadin Badung Apresiasi TP4D, Berharap Pemkab Dukung Pengusaha Lokal
Array

Kadin Badung Apresiasi TP4D, Berharap Pemkab Dukung Pengusaha Lokal

Bali, faktapers.id – Menjalin kerjasama dalam pengawasan yang dilakukan oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Badung terhadap kegiatan pembangunan fisik dengan membentuk tim TP4D, sangat diapresiasi oleh Sekjen Kadin Badung, Ketut Wiranata ST MSi, yang juga owner dari PT. KMT-Bali.

Dengan adanya pendampingan dari Kajari terhadap pekerjaan jasa kontruksi akan memberikan rasa aman bagi para pengusaha.

“Kami tentu merasa aman dalam bekerja. Karena ada pengawasan yang dilakukan oleh aparat penegak hukum. Jika ada yang tidak sesuai spek. Akan ada pengarahan. Sehingga tidak menjadi temuan di kemudian hari, ini sangat kami apresiasi,” jelasnya.

Hal ini di sampaikan setelah pihaknya melakukan koordinasi dengan pihak Kajari Badung, Senin (5/11), di kantor Kajari Badung.

Dalam kunjungan kerja yang ditemui langsung oleh Kajari Badung itu, Wiranata melakukan banyak dialog, terutama akan masa depan para pengusaha lokal yang saat ini banyak mengalami kendala, khususnya permodalan.

Wiranata yang juga dipercaya sebagai koordinator forum TJSP (Tanjung Jawab Sosial Perusahaan) CSR Kabupaten Badung, tetap berjuang agar nasib pengusaha lokal bisa tetap bertahan dan mampu bersaing dengan pengusaha dari luar daerah.

Wiranata pun berharap ada perhatian dari Pemerintah daerah, khususnya Pemkab Badung.

Agar memberikan skala prioritas dan perhatian kepada para pengusaha yang tergabung di beberapa lembaga.

“Adanya perhatian untuk pengusaha lokal yang saat ini mulai bangkit. Memang perlu dukungan dan perhatian, karena banyak pengusaha lokal yang terkendala masalah modal. Walau kami bisa meminjam ke Bank misalnya, tapi karena rumitnya birokrasi, sehingga banyak kawan-kawan kontraktor jadi males, di sini kami berharap peran Pemerintah daerah agar memberi kemudahan dalam membantu kami, itulah harapan yang kami harapkan direspon oleh Pemerintah,” harapnya.

Ini kendala yang kami hadapi saat ini, yaitu faktor utama kami adalah di finasial.

“Pengusaha lokal tidak adanya keseimbangan antara progres pekerjaan fisik dengan progres keuangan. Progres keuangan di Pemda seharusnya membantu kami pengusaha, di saat pendanaan perbankan sangat rumit, tidak akan ada pengusaha tumbuh di Badung,” ujarnya.

Ketut Wiranata pun memberikan data dari Gapensi Badung, dimana para pengusaha jasa konstruksi ‘MPP’ alias Mati secara Pelan- Pelan. Dan hampir 70% dari sekian banyak pengusaha Jasa Kontruksi akan bangkrut.

Data Gapensi Badung di tahun 2015 ada sekitar 300 pengusaha. Dan di tahun 2018 masih 108 pengusaha yang akan bernasib sama, yaitu akan mati suri.

Tentu hal ini sangat disayangkan jika dibanding dengan Badung yang menyandang sebagai Kabupaten terkaya. Tetapi nasib para pengusahanya, terutama pengusaha yang bergerak di bidang jasa kontruksi kurang perhatian.

Apalagi setiap tahun, Badung mengucurkan triliunan rupiah untuk pembangunan. ans

Most Popular

Recent Comments