Sabtu, Maret 6, 2021
Beranda Kinerja Sudin SDA Jakpus tidak Fokus
Array

Kinerja Sudin SDA Jakpus tidak Fokus

Jakarta, faktapers.id – Pengawasan pekerjaan pembangunan saluran air untuk pengendalian banjir yang dilakukan pihak ketiga yaitu PT Tri Putra Karya yang beralamat di Jalan Kedoya Agave Raya Blok A1 Kedoya, Kec Kebon Jeruk, Jakbar, yang mengerjakan sepanjang Jalan Citarum , Jalan Tanah Abang 2 Ujung dan sekitarnya, dengan melakukan penggalian tanah untuk memasang udit.

Seperti pemberitaan Harian Fakta Pers, bahwa sampai saat ini masih terjadi penumpukan tanah di sekitar jalan tersebut.

Kasi Pembangunan dan Peningkatan Sistem Pengendali Banjir Air baku, Air Bersih dan Air Limbah, Fajar Avisena ST, Selasa lalu, mengatakan, bahwa pihaknya sudah memperingatkan pihak ketiga terkait penumpukan tanah di sekitar lokasi. Kepada Harian Fakta Pers dan faktapers.id, Fajar mengatakan, bahwa pihak ketiga sudah melakukan pembersihan sisa tanah galiannya.

Faktanya, ucapan Fajar itu bertolak belakang dengan kondisi di lapangan. Kamis (1/11), ketika media ini melakukan survei lapangan, masih terlihat tumpukan tanah di Jalan Tanah Abang 2 Ujung maupun di sepanjang Jalan Citarum.

Tumpukan tanah galian yang sudah bermingggu-minggu di Jalan Tanah Abang 2 Ujung hingga Kamis (1/11/2018) belum juga diangkut.
Timbul pertanyaan, apakah pihak Sudin SDA Jakpus tidak pernah melakukan peninjauan kelapangan dan hanya menerima informasi lisan, dan sehingga ucapan dan fakta lapangan tidak sinkron.

Galian tanah yang tertumpuk itu pernah diangkut oleh pihak ketiga, namun tidak seluruhnya dituntaskan. Akibatnya, pengguna jalan yang melintas jalan tersebut terancam mengalami kecelakaan lalu lintas, karena jalan itu menjadi licin, terlebih saat ini mulai musim hujan.

Gubernur DKI melalui Walikota Jakpus seharusnya memperingatkan Kasudin SDA Jakpus untuk bertanggung jawab dan memerintahkan anak buahnya bekerja maksimal melakukan pengawasan proyek pembangunan SDA yang dilakukan pihak ketiga.

Apakah Sudin SDA Jakpus tidak mampu melakukan tupoksinya sehingga Gubernur DKI harus mengganti pejabat terkait agar pembangunan bisa berjalan baik sesuai dengan perencanaan kota yang sudah ditetapkan? jnt

Most Popular

Recent Comments