Sabtu, Februari 27, 2021
Beranda Komandan Paspampres Jawab Soal Dua Jari Menjadi Acungan Jempol
Array

Komandan Paspampres Jawab Soal Dua Jari Menjadi Acungan Jempol

Jakarta, Faktapers.id – Publik mengetahui bahwa Presiden Jokowi merupakan petahana dengan nomor urut satu pada pilpres 2019. Kemudian, Prabowo Subianto merupakan capres nomor urut dua.

Di kalangan Istana, nomor dua seakan menjadi nomor “haram” untuk ditunjukan ke publik. Hal ini terlihat dari upaya penjaga presiden yang disebut Paspampres, yang mengubah pose dua jari menjadi pose menggunakan jempol.

Hal inipun menjadi viral di medsos, karena berhasil direkam oleh salah satu mahasiswa yang berebut berpose dengan Presiden Jokowi. Video itu memperlihatkan seorang anggota Paspampres memperbaiki pose dua jari seorang mahasiswa di depan Presiden Joko Widodo.

Dalam video itu terlihat Jokowi dikerumuni banyak orang yang berebut untuk berfoto, dan di sekitarnya ada dua anggota Paspampres berjaga.

Seorang pria berjas almamater mahasiswa tampak berpose di depan Jokowi dengan menunjukkan dua jari. Anggota Paspampres yang berkacamata hitam lalu memegang tangan mahasiswa yang berpose dua jari dan mengubahnya jadi acungan jempol.

Komandan Paspampres, Suhartono mengatakan, video viral itu memperlihatkan suasana saat Jokowi menghadiri undangan dies natalis ke-66 Universitas Sumatera Utara dan disambut oleh mahasiswa. Para mahasiswa yang ingin berfoto juga berteriak histeris.

“Berbagai teriakan itu, antara lain ‘lanjutkan…’ sambil acungkan satu jari, ada juga yang bilang ‘Pak Jokowi dua periode, Pak… !’ sembari mengacungkan dua jarinya,” kata Suhartono dalam keterangan tertulisnya, Selasa (9/10/18).

Melihat aksi itu, anggota Paspampres bertindak spontan. Menurut Suhartono, anggota Paspampres juga mengingatkan mahasiswa.

“Aksi warga dan mahasiswa tersebut membuat anggota Paspampres spontan mengimbau salah satu warga yang berada di dekatnya sambil berkata, ‘Kalau mau foto, tidak usah berteriak-teriak dua periode dan juga tidak usah acungkan jari-jarinya,” jelasnya.

Suhartono menyebut anggotanya melakukan itu karena kampus seharusnya bebas dari politik praktis. Jokowi juga hadir sebagai presiden, bukan capres.

“Anggota Paspampres tersebut berpikir kampus bukan tempat berpolitik praktis dan kehadiran Presiden untuk menghadiri undangan resmi, sehingga tidak elok jika ada kegiatan yang bernuansa politik,” ungkap Suhartono.fp01

Most Popular

Recent Comments