Selasa, Maret 2, 2021
Beranda Muscab IDI Jakpus Ricuh, Oknum Polisi Dapat Amplop
Array

Muscab IDI Jakpus Ricuh, Oknum Polisi Dapat Amplop

Jakarta, faktapers.id – Musyawarah Cabang (Muscab) Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Jakarta Pusat, digelar di Apartemen Batavia, Tanah Abang, Sabtu (24/11), berlangsung ricuh. Akibat panitia membuat aturan yang tidak sesuai AD/ART, menyebabkan sebagian besar anggota IDI Jakarta Pusat tidak bisa masuk ke area Muscab.

Anggota IDI Jakarta Pusat Dr Robby Oktadinata mengatakan, alasan yang diungkapkan panitia sungguh tak masuk akal. Karena dalam AD/ART dan petunjuk pelaksanaan organisasi tidak tertulis.

“Saya sebagai anggota IDI Jakpus melihat hal-hal yang tidak demokratis. Seperti usaha menghalangi kami yang mempunyai hak milih untuk masuk,” ujar Robby, di area Muscab, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Sabtu (23/11)

Dari lima ribu anggota IDI Jakarta Pusat, hanya sedikit yang diperbolehkan masuk. Diduga ini sebagai cara dari calon ketua petahana untuk mempertahankan posisinya.

“Ini ada upaya untuk mencegah adanya suasana demokratis dalam pemilihan. Saya sangat prihatin, padahal dokter profesi mulia tetapi dalam pemilihan semua bobrok,” ucapnya.

Dalam edaran yang dikeluarkan oleh Tim Seleksi Calon Ketua IDI Cabang Jakarta Pusat, dituliskan bahwa syarat untuk menjadi bakal calon harus mendapat dukungan minimal 20 orang anggota IDI Cabang Jakarta Pusat. Padahal di AD/ART sendiri untuk menjadi bakal calon hanya butuh dukungan dari satu anggota IDI.

“Seperti calon harus pernah menjadi pengurus IDI Cabang Jakarta Pusat, harus ber-KTP DKI, Depok, Tangerang, Bekasi. Itu semua tidak ada tertulis di AD ART dan petunjuk pelaksanaan IDI,” tukasnya.

Selain itu setiap anggota IDI Cabang Jakarta Pusat terlebih dahulu harus mendaftar maksimal pada 22 November kemarin. Pemilih harus mendaftar dua hari sebelum hari H, dan panitia tidak terima pendaftaran onsite. Ada satu syarat yang aneh yaitu pendafatar harus mengirim foto bukti bayar iuran.

“Seharusnya peraturan dan langkah-langkah yang akan di ambil harus melalui kesepakatan di Muscab. Tapi ini tidak, kegiatan ini dilaksanakan sebelum muscab” kata Robby, salah satu Dokter Bedah di RS Hermina Jatinegara.

Robby menegaskan bahwa aturan organisasi yang ada di Indonesia harus lebih diperhatikan apalagi berkaitan dengan profesi Kedokteran. IDI termaksud harus memegang amanah sebagai profesi yang mulia, jangan sampai mencoreng nama baik Kedokteran kelak.

Pada akhirnya acara Muscab dibubarkan secara sepihak oleh panitia karena banyak kalangan yang merasa dirugikan.

Di lokasi itu, faktapers.id juga memergoki diduga oknum panitia yang memberikan bertumpuk-tumpuk amplop kepada oknum polisi yang diduga berisi dana pengamanan. inda siregar

Most Popular

Recent Comments