Sabtu, Februari 27, 2021
Beranda Polisi Ungkap Pelaku Tindak Pidana Defacing / hacking
Array

Polisi Ungkap Pelaku Tindak Pidana Defacing / hacking

Jakarta, faktapers.id – Direktorat cyber bareskrim polri melakukan pengungkapan tindak pidana defacing / hacking terhadap situs website jdih1.pn-unaaha.go.id terhadap tersangka berinisial, LYC alias Mr.l4m4 (19) dalam proses penahanan , MSR alias G03NJ47 (14) sudah dalam penetapan diversi PN Cirebon, JBKE alias Mr.4lone (16) sudah dalam penetapan diversi PN Surabaya, HEC alias s3cd3c/dakoch4n (13) dalam penelitian Bappas.

Para pelaku mendapatkan ajaran/tutorial dari para tutor bagaimana cara melakukan hack /deface dengan teknik teknik tertentu melalui grup fb, kemudian setelah berhasil mempraktekkan tutorial (attacking/defacing) di beberapa web site target dan salah satunya adalah milik PN Unaaha kab Konawe prop sultra dengan situs yang telah dibuat. 

Kemudian mereka bergabung dengan grup WA dan FB yang dinamakan BLACKHAT (official), dengan tujuan merekrut mereka sebagai cyber troop mereka saat ini dan dimasa yang akan datang dengan maksud seperti radikalisme, politik/SARA. Tetapi para pelaku tidak merasa oleh kelompok BLACKHAT (official).

Semua yang masuk di dalam grup menjadi aktif dengan sharing tutorial, knowledge, informasi situs situs yang lemah dan rentan atas hacking mereka termaksud menghacking milik pemerintah maupun milik swasta baik di dalam negeri maupun diluar negeri.

Kasubdit II Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri Kombes Rickynaldo Chairul mengatakan, kami sangat berharap kepada orang tua atau keluarga untuk melakukan pengawasan secara intensif terhadap anak yang terutama kepada anak yang pintar di bilang IT. 

“Supaya tidak terekrut oleh kelompok kelompok yang tidak bertanggung jawab,” ujarnya, Jumat (09/11/18).

Sementara, Ketua KPAI Susanto mengatakan, ranking kasus cyber yang melibatkan anak anak semakin meningkat, dengan kasus ini kita belajar unk lebih mengantisipasi terhadap potensi anak terlibat dan menjadi pelaku. 

“Sekolah dan keluarga sangat penting dalam pengawasan,” ucapnya.

Berdasarkan laporan polisi nomor LP/A /11/39/IX/2018/bareskrim sesuai pasal 50 jo 22 huruf b Undang Undang no 36 tahun 1999  dan/atau pasal 46 ayat (1) ayat (2) dan ayat (3) jo pasal 30 , 48 Undang Undang no. 19 tahun 2016 maka tersangka di kenakan pidana maksimal 10 tahun penjara. Inda

Most Popular

Recent Comments