Sabtu, Maret 6, 2021
Beranda RTH Kalijodo Jadi Tempat Dugem, Camat akan TL Bersama Polisi dan Satpol...
Array

RTH Kalijodo Jadi Tempat Dugem, Camat akan TL Bersama Polisi dan Satpol PP

Jakarta, faktapers.id – Camat Penjaringan Muhammad Andri, Jumat (2/11) sore, kepada Harian Fakta Pers dan faktapers.id menegaskan bahwa pihaknya akan berkoordinasi dengan kepolisian dan Satpol PP untuk menindaklanjuti pemberitaan terkait RPTRA Kalijodo jadi Tempat Dugem.

Sampai saat ini, Andri seakan tidak percaya bahwa RTH Kalijodo telah beralih fungsi menjadi tempat dugem. Andri mengatakan bahwa pihaknya akan memberlakukan pengawasan yang ketat di lokasi itu. Camat berdalih bahwa sampai saat ini pihaknya belum pernah menerima laporan negatif terkait RTH Kalijodo.

Berdasarkan pantauan Harian Fakta Pers dan faktapers.id di RTH Kalijodo, Sabtu (27/10), sekitar pukul 21.00 – 00.00 Wib, terlihat ada aksi dugem di lokasi tersebut. Ratusan muda-mudi bergoyang ria mengikuti alunan dangdut remix yang dilengkapi sound sistem dan biduan.

Camat Penjaringan, M Andri

Tim Investigasi juga melihat muda-mudi yang nongkrong ditemani minuman keras yang dituang dalam plastik. Bahkan, tidak sedikit muda-mudi yang berada di lokasi terlihat oyong diduga akibat miras.

Beralih fungsinya RTH Kalijodo menjadi tempat dugem diduga akibat tidak adanya pemeriksaan ketat terhadap pengunjung. Satpam setempat terkesan membiarkan setiap pengunjung bebas masuk ke RTH Kalijodo.

“RTH Kalijodo tutup jam 10 malam. Dan satpam pun tidak berhak mengijinkan,” ujarnya.

Di lokasi, pedagang pun tidak sungkan-sungkan menawarkan jajanan minuman ringan kepada pengunjung, sembari menawarkan miras merek Intisari dan Anggur.

“Kopi…kopi…kopi Bang? Minuman (miras) juga ada? Intisari dan Anggur,” tawar si pedagang.

Terkait itu, Camat Penjaringan akan menindaklanjuti kejadian tersebut. Camat pun mengatakan bahwa Ashari bukanlah pengelola RTH Kalijodo, namun diduga orang luar.

“Untuk lebih jelasnya, tanyakan kepada Dinas Kehutanan selaku pengelola RTH Kalijodo,” ujar Andri.

Sebelumnya, Ashari mengatakan bahwa dirinya berprofesi sebagai Cleaning Service. Ashari ditemui Fakta Pers, Kamis (1/11), setelah diarahkan oleh security RTH Kalijodo. Kepada Fakta Pers, Ashari tidak mampu menjawab pertanyaan-pertanyaan terkait RTH Kalijodo jadi tempat dugem. Ashari diam seribu bahasa.

Satpam (kiri) yang mengarahkan Harian Fakta Pers dan faktapers.id untuk konfirmasi kepada Ashari (kanan), Kamis (1/11).

Karena tak sanggup menjawab, Ashari berpesan kepada Fakta Pers agar tim investigasi menghubungi dirinya melalui aplikasi WhatsApp (WA).

Secara logika, bila memang Ashari bukan pengelola, mengapa Security mengarahkan Fakta Pers menemui Ashari. Hal inilah yang patut diselidiki, apakah RTH Kalijodo memang telah dibisniskan untuk lokasi dugem di tempat terbuka dan dikelola oleh oknum-oknum? Lalu, mungkinkah pengelola RTH Kalijodo tidak mengetahui hal itu?

Fakta yang menguatkan temuan Harian Fakta Pers dan faktapers.id juga diungkapkan salah satu pejabat Pemko Jakbar, Kamis (1/11). Pejabat yang tidak ingin namanya disebutkan itu, mengakui bahwa setiap malam minggu RTH Kalijodo dijadikan tempat hiburan malam full house music dangdut.

Pejabat tersebut tidak ingin disebutkan namanya karena khawatir akan bentrok dengan preman.

“Waduh gak enak saya, kalau seperti itu nanti ribut. Orang Jakarta Utara pasti lempar bukan saya, takutnya nantinya begitu. Yang beratnya kita bukan ngomong karyawan tapi kalau sama preman kan ribet, kan. Kecuali kalau sama karyawan, kita akan koordinasi. Tapi kalau preman, kan susah nih, ntar malah rame lagi,” ujar pejabat tersebut. fp02/fp01

Most Popular

Recent Comments